Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Keyakinan Konsumen Mulai Melemah, April 2026 Diproyeksi Turun Imbas Harga BBM Naik
Ekonomi Bisnis

Keyakinan Konsumen Mulai Melemah, April 2026 Diproyeksi Turun Imbas Harga BBM Naik

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 30, 2026 1:59 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
SHARE

Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 ada di level optimis sebesar 122,9, namun turun dari sebelumnya yang sebesar 125,2. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 130,4, atau turun dari bulan sebelumnya sebesar 134,4.

Daftar isi Konten
  • Bantal Keuangan Mulai Tipis
  • Keyakinan Konsumen April Diramal Turun

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan IKK merupakan sinyal kehatian-hatian konsumen, bukan tanda bahwa konsumsi rumah tangga anjlok. Menurutnya IKK masih berada di atas batas optimis 100. 

Penurunan IKK Maret 2026 perlu dibaca sebagai sinyal kehati-hatian konsumen, bukan tanda bahwa konsumsi rumah tangga sudah melemah tajam. Dalam Survei Konsumen Bank Indonesia, IKK Maret turun dari 125,2 pada Februari menjadi 122,9, tetapi masih jauh di atas batas optimis 100,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite.id Kamis, 30 April 2026.

Josua menerangkan, penurunan utamanya berasal dari pelemahan ekspektasi enam bulan ke depan, karena turunnya IEK. Namun, untuk indeks kondisi ekonomi saat Ini hanya turun tipis dari 115,9 menjadi 115,4. 

Artinya, konsumen belum pesimis terhadap kondisi hari ini, tetapi mulai lebih hati-hati melihat kondisi ke depan,”

tuturnya.

Menurutnya, bila dikaitkan dengan konsumsi rumah tangga, penurunan IKK belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konsumsi sudah melambat secara luas. Sebab, data BI menunjukkan porsi pendapatan untuk konsumsi naik dari 71,6 persen pada Februari menjadi 72,2 persen pada Maret.

Sedangkan porsi cicilan turun dari 10,6 persen menjadi 10,2 persen, dan porsi tabungan relatif stabil di sekitar 17,6 persen. Hal ini menunjukkan rumah tangga masih membelanjakan pendapatannya, terutama karena faktor Ramadan dan Lebaran. 

Bantal Keuangan Mulai Tipis

Kendati demikian, Josua menyebut ada sinyal bahwa bantalan keuangan rumah tangga mulai menipis. Sebab, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Indeks Menabung Konsumen turun 3,9 poin menjadi 79,5 pada Maret 2026. 

Penurunan ini terjadi karena kemampuan dan kemauan menabung melemah, seiring kebutuhan belanja Idul Fitri dan kenaikan pengeluaran tak terduga. LPS juga mencatat indeks kepercayaan konsumen versinya turun dari 98,8 menjadi 91,8, terutama karena persepsi terhadap ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini melemah,”

terangnya.

Adapun faktor yang menekan persepsi konsumen berupa kenaikan harga bahan pokok, sulitnya lapangan kerja, harga jual panen yang turun, panen gagal, mahalnya pupuk, banjir, serta kenaikan tarif angkutan antarkota. 

Jadi, meskipun data BI masih menunjukkan optimisme, data LPS memberi peringatan bahwa sebagian kelompok rumah tangga, terutama menengah bawah, mulai merasakan tekanan likuiditas dan biaya hidup,”

tegasnya.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)

Keyakinan Konsumen April Diramal Turun

Di samping itu, Josua memperkirakan IKK di April 2026 akan turun meski berada di zona optimis. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. 

Kenaikan harga BBM nonsubsidi per 18 April akan lebih dulu memengaruhi psikologi konsumen, terutama kelompok menengah, pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha kecil yang menggunakan BBM nonsubsidi, serta sektor yang sensitif terhadap biaya transportasi dan logistik,”

terangnya.

Untuk dampak langsung ke konsumsi rumah tangga, Josua menilai relatif terbatas karena harga BBM subsidi tidak naik. Akan tetapi, dampak tidak langsungnya akan terasa melalui ongkos angkut, harga barang, tarif perjalanan, dan persepsi bahwa tekanan biaya hidup ke depan bisa meningkat. 

Dengan demikian, indeks keyakinan konsumen di April diperkirakan akan melemah terbatas ke kisaran 119 hingga 122. Namun, pelemahan bisa lebih dalam bila rupiah terus anjlok dan harga pangan tetap tinggi.

Jika kenaikan BBM nonsubsidi diikuti pelemahan rupiah dan harga pangan yang tetap tinggi, tekanannya bisa lebih besar dan IKK berpotensi mendekati 118. Tetapi jika pemerintah mampu menjaga harga pangan, pasokan energi, dan komunikasi kebijakan, penurunannya kemungkinan tetap terkendali,”

jelasnya.
Ilustrasi Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta
Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)

Lebih lanjut, Josua mengatakan dampak kenaikan BBM nonsubsidi terhadap IKK kemungkinan lebih besar pada ekspektasi, daripada kondisi saat ini. Sebab, konsumen biasanya lebih cepat menurunkan penilaian terhadap prospek ekonomi ketika melihat harga energi naik, walaupun pendapatannya belum turun. 

Ini karena energi dianggap sebagai harga dasar yang dapat menular ke banyak kebutuhan lain,”

tuturnya.

Ia menjelaskan, dampak harga minyak menunjukkan sektor transportasi darat, jasa pertanian, transportasi udara, transportasi laut, plastik, karet, bahan kimia, cat, tinta cetak, farmasi, dan kosmetik memiliki paparan biaya energi dan bahan baku yang cukup besar. 

Artinya, jika harga energi bertahan tinggi, konsumen akan mengantisipasi kenaikan harga barang dan jasa yang lebih luas. Inilah alasan mengapa kenaikan BBM nonsubsidi bisa menekan keyakinan konsumen lebih cepat daripada data konsumsi aktual,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiaBBM NonsubsidiHarga BBM naikkeyakinan konsumenkonsumenmenabung
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin Al Rahab. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Zulfikar/aa)
Nasional

Komnas HAM Soroti Kelemahan Lembaganya, Revisi UU Jadi Mendesak

Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab merespons hal tersebut.  Menurut Amiruddin, salah satu alasan dibutuhkan perubahan regulasi karena…

By
Dusep
Adi Briantika
3 Min Read
Warga membawa poster aspirasi saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut para pelaku diadili melalui peradilan umum serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar penegakan hukum berlaku adil dan transparan.
Hukum

Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Berjalan, TAUD Gugat Kapolda Metro Jaya

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) menggugat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri terkait kasus penyiraman Air Keras Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (tengah) bersama Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia (kiri) dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini (kanan) menyampaika keterangan saat konferensi pers pengungkapan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak oleh Daycare Little Aresha di Mapolresta Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/4/2026). Sebanyak 53 anak diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta dan saat ini Polresta Yogyakarta menatapkan 13 tersangka terkait kasus tersebut.
Kesehatan

Kekerasan Daycare: Ancaman Serius Masa Golden Age

Psikolog Meity Arianty menyoroti kasus dugaan kekerasan di taman penitipan anak (daycare) yang terjadi di Yogyakarta dan Aceh. Insiden tersebut menunjukkan standar keamanan dan kualitas pelayanan kurang memadai. "Kekerasan atau…

By
Adi Briantika
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik
Ekonomi Bisnis

Sekjen ESDM Ahmad Erani Yustika Ditunjuk Jadi Komisaris PLN

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
KRL melintas di perlintasan sebidang kereta api di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Sumber: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/tom)
Ekonomi Bisnis

APBN Akan Danai Rp4 Triliun Bangun Flyover-Perlintasan Kereta, Pajak Kekayaan Jadi Solusi?

Presiden Prabowo Subianto sudah mengatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan anggaran Rp4 triliun,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
United Tractors menjalankan usaha Kontraktor Penambangan. (Sumber: Dok. UNTR)
Ekonomi Bisnis

Laba United Tractors Anjlok 80% pada Kuartal I-2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kinerja keuangan emiten alat berat Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR),…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Mandiri
Ekonomi Bisnis

Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Per Saham Dapat Segini

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membagikan dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up