Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Negara Kehilangan Rp592 Triliun dari Migas-Batu Bara Akibat Skema Penerimaan ‘Jadul’
Ekonomi Bisnis

Negara Kehilangan Rp592 Triliun dari Migas-Batu Bara Akibat Skema Penerimaan ‘Jadul’

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 5, 2026 12:22 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Ilustrasi penambangan batu bara. (Sumber: Unsplash/Tatenda Mapigoti)
Ilustrasi penambangan batu bara. (Sumber: Unsplash/Tatenda Mapigoti)
SHARE

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut bahwa penerimaan negara dari sektor minyak dan gas (migas) serta batu bara belum mampu menangkap lonjakan keuntungan (windfall) yang terjadi saat harga energi global meningkat tajam. 

Daftar isi Konten
  • Lebih Dinikmati Korporasi Dibanding Negara
  • Ketimpangan Sistem Energi dan Fiskal RI

Ekonom INDEF Ariyo Irhamna mengatakan, hal tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi penerimaan hingga ratusan triliun rupiah selama lebih dari satu dekade terakhir. Ia mengungkapkan bahwa desain fiskal sektor ekstraktif masih terkesan ‘lambat dan jadul’ untuk merespons terhadap dinamika harga komoditas.

Saat harga batu bara naik enam kali lipat, penerimaan negara tidak naik enam kali lipat. Selisihnya menjadi supernormal profit di tangan produsen,”

kata Aryo dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Berdasarkan analisis terhadap data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor sumber daya alam periode 2014–2023, sistem royalti berbasis pendapatan kotor dinilai tidak cukup efektif menangkap lonjakan keuntungan perusahaan. 

Padahal, kontribusi batu bara terhadap PNBP SDA terus meningkat, mencapai 51,7 persen pada 2024, jauh di atas 9,5 persen pada 2009.

Aryo juga menyebut, tanpa instrumen khusus seperti windfall tax, Indonesia kehilangan potensi penerimaan sekitar Rp592 triliun dari sektor migas dan batu bara dalam 12 tahun terakhir.

Simulasi kami menunjukkan bahwa selama 12 tahun tanpa instrumen penangkap windfall, Indonesia kehilangan potensi penerimaan sekitar Rp592 triliun dari sektor migas dan batu bara,”

ujarnya.
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia. (sumber: bumiresources.com)

Lebih Dinikmati Korporasi Dibanding Negara

Sementara itu, peneliti dari Center of Economic and Law Studies, Jaya Darmawan, menyoroti bahwa lonjakan harga energi global justru lebih banyak dinikmati oleh korporasi dibanding negara.

Tidak hanya itu, terdapat “hidden subsidy” melalui belanja perpajakan yang nilainya mencapai Rp143 triliun pada 2026.

Masih banyak korporasi besar termasuk industri fosil menikmati hidden subsidy dari belanja perpajakan. Bahkan angkanya mencapai Rp143 triliun di 2026,”

ujar Jaya.

Dalam simulasi CELIOS, penerapan windfall tax pada sektor batu bara saja berpotensi menambah penerimaan negara hingga Rp66,03 triliun.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap harus menanggung beban subsidi energi yang besar. Pada APBN 2026, alokasi subsidi energi mencapai sekitar Rp381 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dari dampak kenaikan harga energi global.

Ketimpangan Sistem Energi dan Fiskal RI

Dalam kesempatan yang sama, Direktur program 350.org Indonesia, Sisilia Nurmala Dewi, menilai situasi ini mencerminkan ketimpangan dalam sistem energi dan fiskal nasional.

Krisis ini bukan sekadar statistik, tapi kenyataan sehari-hari yang dirasakan masyarakat, sementara perusahaan energi justru meraup keuntungan besar,”

bebernya.

Mereka pun mendorong pemerintah untuk mereformasi skema penerimaan negara, baik melalui revisi aturan royalti agar lebih adaptif terhadap harga pasar, maupun penerapan pajak tambahan seperti windfall tax.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan lonjakan keuntungan sektor migas dan batu bara dapat lebih optimal dikonversi menjadi penerimaan negara, serta memperkuat ruang fiskal di tengah tekanan subsidi energi dan ketidakpastian global.

Tag:Batu barafiskalHarga energimigasPajakPenerimaan negaraPNBP
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta tak bisa sembunyikan kebanggannya usai membawa tim ke final UCL
Olahraga

Arsenal Lolos ke Final UCL, Arteta Tak Bisa Sembunyikan Kebanggaan

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan rasa bangganya setelah timnya berhasil melangkah ke final Liga Champions UEFA 2025/2026. Ini menjadi final pertama Arsenal setelah absen selama 20 tahun. Keberhasilan ini diraih…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
3 Min Read
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Gubernur BI Blak-blakan Ungkap Penyebab Rupiah Ambruk Rp17.400 per Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Amblasnya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, disebabkan faktor global dan musiman.  Perry…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Timnas Indonesia U-17 meraih kemenangan penting malawan China U-17 di laga perdana Piala Asia U-17
Olahraga

Laga Dramatis, Garuda Muda Curi Kemenangan di Laga Pertama Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 sukses mengawali langkah di Piala Asia U-17 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Timnas China U-17. Laga Grup B ini digelar di King Abdullah Sport City pada…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Direstui Prabowo, Gubernur BI Siapkan 7 Jurus Bangkitkan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, tujuh jurus untuk menguatkan kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
22 menit lalu
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan sejumlah proyek strategis dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Ekonomi Bisnis

RI Lirik Filipina untuk Nikel, Bahlil Buka Opsi Kerja Sama Non-Pemerintah

Indonesia membuka peluang kerja sama sektor nikel dengan Filipina, meski belum ada…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
13 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ekonomi Bisnis

Prabowo Sahkan Perpres, Aplikator Dilarang ‘Palak’ Ojol Lebih dari 8 Persen

Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia merespons pernyataan Presiden Prabowo yang menurunkan potongan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
13 jam lalu
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, Bahlil Beri Bocoran CNG Siap Gantikan LPG dalam 3 Bulan Mendatang

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa pemerintah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up