PT PLN (Persero) memprioritaskan pengamanan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, hingga pusat layanan publik usai pemadaman listrik massal di sebagian besar wilayah Sumatra.
Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera pascagangguan transmisi, yang sempat menyebabkan listrik padam di beberapa daerah seperti Medan, Dumai, Bagansiapiapi, Pangkalan Kerinci, hingga beberapa wilayah Sumatera Barat.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung memantau proses pemulihan dari Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, Minggu, 24 Mei 2026.
“Kami langsung mengawal proses penormalan di lapangan, dan saat ini sistem kelistrikan Sumatra sudah normal kembali. PLN terus melanjutkan proses penyalaan listrik hingga ke seluruh pelanggan,”
kata Darmawan dalam keterangan resmi, Senin, 25 Mei 2026.
Hingga saat ini suplai daya 5.579 megawatt (MW) berhasil dipasok kembali ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya terdampak blackout.
Pasokan
Selain fokus pada pemulihan pelanggan umum, PLN juga memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas publik strategis agar layanan masyarakat tetap berjalan normal selama proses penormalan sistem berlangsung.
“PLN juga terus melakukan pemantauan pasokan listrik pada fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, bandara, dan pusat layanan masyarakat,”
ujar Darmawan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari prioritas pengamanan layanan kelistrikan untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan layanan vital. Darmawan mengatakan seluruh parameter sistem kelistrikan Sumatra saat ini berada dalam kondisi stabil dan beroperasi optimal.
PLN juga terus melakukan pengawasan sistem secara real-time melalui UIP3BS sebagai pusat kendali operasional kelistrikan Sumatra.
“Kami terus mengawasi menyeluruh terhadap seluruh parameter operasional sistem. Dengan pemantauan yang berlangsung secara real-time, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons sehingga kondisi sistem tetap terjaga aman, stabil, dan optimal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat,”
imbuh Darmawan.
Dalam kunjungannya ke Pekanbaru, Darmawan bersama jajaran direksi PLN juga memastikan langsung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah Sumatra.
PLN mengungkap pemadaman listrik massal di Sumatra pada Jumat, 22 Mei, dipicu gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi, akibat cuaca buruk. Gangguan tersebut berdampak pada sistem kelistrikan Sumatra bagian utara hingga sebagian wilayah tengah.


