Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Rupiah menguat 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat tipis 0,20 persen ke level 5.924.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan penguatan rupiah karena respons positif pasar terkait laporan International Monetary Fund (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada 2026, dan 5,1 persen pada 2027.
Pasar merespons positif mengenai pernyataan International Monetary Fund mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 10 Juli 2026.
Selain itu, penguatan juga didorong oleh laporan Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Proyeksi 5,2 persen untuk 2026 ini tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan laporan ADO pada April lalu,”
katanya.
383 Saham Naik


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp8,84 triliun dengan melibatkan 15,6 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 383 saham naik, 330 tidak bergerak, dan 252 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menguat 34,57 persen ke Rp218
- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menguat 34,12 persen ke Rp228
- PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) menguat 33,77 persen ke Rp103
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) melemah sebesar 14,81 persen ke Rp1.495
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) anjlok 14,55 persen ke Rp282
- PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) melemah 13,86 persen ke Rp1.430























