Harga minyak bergerak bervariasi pada perdagangan hari ini, karena operasi militer Amerika Serikat di Iran Selatan dan pernyataan Presiden Donald Trump yang ambigu mengenai negosiasi Teheran dan Washington.
Dilansir dari CNBC, Selasa, 26 Mei 2026, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 1,6 persen menjadi US$97,72 per barel pada perdagangan Asia. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni melemah 5,4 persen ke US$91,38 per barel.
Militer AS menyatakan telah melakukan operasi di Iran Selatan, dengan menargetkan kapal-kapal yang diduga mencoba memasang ranjau, serta lokasi peluncuran rudal. Komando Pusat AS mengatakan tindakan tersebut dimaksudkan untuk melindungi pasukan dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran.
Di samping itu, cuitan Trump di media sosial turut menambah kerumitan negosiasi damai dengan Iran. Trump mengatakan telah mendorong Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dalam Abraham Accords yang bertujuan menormalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel.
Trump juga menyatakan negosiasi dengan Iran berjalan lancar. Namun, dia memperingatkan bahwa AS dapat kembali melakukan aksi militer, jika pembicaraan tersebut gagal.
“Ini hanya akan menjadi kesepakatan besar untuk semua pihak, atau tidak ada kesepakatan sama sekali,”
tulis Trump.
Sementara, Bank investasi multinasional Swiss, UBS, pada Jumat lalu merespons bahwa pasar minyak global menunjukkan tanda-tanda ketegangan yang semakin meningkat. Kondisi ini seiring dengan terus berkurangnya persediaan di tengah gangguan pengiriman yang masih berlangsung melalui Selat Hormuz.
“Persediaan minyak global tercatat turun 246 juta barel secara keseluruhan pada periode Maret dan April, sedangkan kerugian produksi kumulatif diperkirakan dapat melampaui 1 miliar barel pada akhir Mei,”
tulis UBS.

