Nilai tukar rupiah ambruk 0,03 persen atau 5 poin ke level Rp17.794 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan, Selasa, 26 Mei 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah karena kenaikan indeks dolar hari ini yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat kepada Iran.
“Perkembangan masih sangat dinamis, dolar indeks terpantau naik pagi ini oleh laporan terbaru serangan AS terhadap Iran,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id.
Dari sisi domestik, pelemahan rupiah karena sentimen investor terhadap pasar ekuitas domestik dan Surat Berharga Negara (SBN) belum pulih.
“Sentimen umumnya belum pulih, walau tidak memburuk. Investor masih cenderung menahan diri untuk kembali masuk,”
lanjut Lukman.
Untuk hari ini, dia memperkirakan nilai tukar rupiah berkonsolidasi terhadap dolar AS karena investor masih wait and see, bahkan rupiah diperkirakan melemah di rentang Rp17.700-Rp17.800.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, investor wait and see menantikan respons Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Sekitar Rp17.700-Rp17.800,”
jelas Lukman.

