Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini Tak Dipercaya Investor

Melemahnya rupiah di momen Libur Idul Adha ini murni karena memburuknya sentimen negatif perekonomian domestik.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)

Mata uang garuda bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah sebesar 0,22 persen ke level Rp17.834 per dolar AS pada Rabu, 27 Mei 2026.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkap melemahnya rupiah di momen Libur Idul Adha ini murni karena memburuknya sentimen domestik.

Murni sentimen domestik yang masih buruk. Indeks dolar AS sendiri relatif masih range bound,”

ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Rabu, 27 Mei 2026.

Biang Kerok Rupiah Keok

Lukman menilai, langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dianggap telat oleh pasar. Kemudian pelemahan juga berasal dari sentimen program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Iklan

Seperti yang pernah saya sampaikan, langkah BI menaikkan suku bunga dianggap agak telat, begitu juga pemangkasan anggaran MBG,”

jelasnya.
Gambar ilustrasi MBG
Gambar ilustrasi MBG. (Dokumen istimewa)

Investor Ragu pada Kebijakan Pemerintah

Selain itu, keputusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan ekspor satu pintu melalui, BUMN ekspor PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) membuat investor ragu. Keraguan ini berkaitan dengan transparansi pelaksanaan.

Ekspor satu pintu walau hal yang berpotensi menaikkan penerimaan negara, namun investor masih ragu akan transparansi pelaksanaannya,”

jelasnya.

Di samping itu, saat ini investor tengah mengantisipasi serentetan data penting yang akan dirilis pekan depan mulai dari manufaktur, neraca perdagangan, serta inflasi RI. Data itu akan digunakan pelaku pasar sebagai panduan prospek suku bunga BI ke depannya. 

Dengan demikian, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini akan ditutup melemah di level Rp17.750-Rp17.900.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.