Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penyebab anjloknya nilai tukar rupiah yang kini sudah mencapai level Rp18.000 per dolar Amerika (AS). Pelemahan ini disebabkan oleh tensi geopolitik di Timur Tengah dan besarnya kebutuhan domestik.
Pada perdagangan Kamis pagi, 4 Juni 2026, rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Rupiah melemah sebesar 0,33 persen atau 60 poin ke level Rp18.026 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai. Sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging,”
kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangannya Kamis, 4 Juni 2026.
Pastikan Hadir di Pasar
Destry mengungkapkan, pelemahan rupiah saat ini juga didorong oleh kebutuhan domestik yang masih cukup besar, sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran Ulang Luar Negeri (ULN).







