Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menyoroti sejumlah importir asal China yang dilaporkan telah menunda pembelian batu bara dari RI. Hal ini menyusul adanya badan ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang mulai berlaku pada awal Juni lalu.
Menurut Perhapi, hal ini bisa saja dipicu oleh ketidakjelasan mekanisme implementasi badan ekspor satu pintu tersebut.
Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi Ardhi Ishak Koesoemah mengatakan, penundaan pembelian tersebut lebih disebabkan belum adanya penjelasan rinci dari pemerintah terkait tata cara pelaksanaan ekspor melalui DSI.







