Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Trump Balas Iran, Harga Minyak Langsung Meroket! Pasar Global Ketar-Ketir

Data pergerakan kapal di selat hormuz.
Data pergerakan kapal di selat hormuz. (Sumber: Istimewa)

Harga minyak dunia naik pada Rabu, mengalami kenaikan setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran kembali meningkatnya ketegangan yang bisa mengancam lalu lintas jalur vital Selat Hormuz.

Dilansir dari data CNBC, Rabu, 10 Juni 2026, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus sudah naik 0,82 persen menjadi US$92,20 per barel. Adapun harga minyak mentah AS untuk pengiriman Juli naik 0,74 persen menjadi US$88,89 per barel, setelah sebelumnya melonjak lebih dari 1 persen.

Adapun militer AS menyatakan sudah menyelesaikan serangan terhadap target militer Iran di dekat Selat Hormuz.

Iklan

Menurut Komando Pusat AS (Centcom), Pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa malam setelah sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS ditembak jatuh sehari sebelumnya. Centcom menggambarkan operasi tersebut sebagai respons defensif dan terukur terhadap agresi Teheran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa pagi, Iran menembak jatuh helikopter AS yang sedang melakukan patroli di dekat Selat Hormuz. Trump mengisyaratkan bahwa AS akan membalas.

Kedua pilot yang terlibat dalam serangan tersebut selamat dan tidak terluka. Namun demikian, Amerika Serikat harus, demi kepentingan yang mendesak, menanggapi serangan ini,”

demikian ulis Trump di Truth Social dikutip pada Rabu, 10 Juni 2026.

Perusahaan riset energi dan intelijen bisnis yang bermarkas di Oslo, Rystad Energy menyampaikan penghentian produksi sebesar 11,8 juta barel per hari di enam negara produsen Teluk telah menciptakan gangguan pasokan minyak terparah dalam sejarah modern.

Rystad Energy memperkirakan kerugian produksi kumulatif mencapai 1 miliar barel dan memperingatkan setiap bulan tambahan konflik bisa menghilangkan sekitar 350 juta barel produksi lainnya. Imbasnya bakal berpengaruh terhadap pasar global yang selama konflik Iran vs AS sudah terdampak.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.