Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi milik Pertamina yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik per 10 Juni 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga minyak dunia dan penguatan nilai tukar rupiah.
Pengamat Energi Bisman Bakhtiar menilai, kenaikan harga Pertamax dilakukan sebagai bentuk kompensasi atau penyesuaian yang tertunda, karena kenaikan harga sebelumnya ditahan oleh Pertamina. Hal ini dilakukan agar beban di masyarakat tidak terlalu berat.
Jika dibandingkan dengan BBM Diesel Pertamina Dex yang saat itu naik sangat tinggi, kenaikan Pertamax ini agak terlambat, bisa jadi ini juga untuk menutup atau mengkompensasi saat harga minyak tinggi saat itu Pertamax tidak naik. Sehingga ini juga bagian dari penyesuaian waktu agar tidak bersamaan, mempertimbangkan aspek dampak dan beban masyarakat,”
ujar Bisman saat dihubungi Owrite Senin, 15 Juni 2026.
Harga BBM Dipengaruhi MOPS dan Nilai Tukar Rupiah
Bisman menjelaskan, harga BBM tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah. Namun juga, harga produk BBM di pasar internasional yang acuannya merujuk pada Mean of Platts Singapore (MOPS), dan nilai tukar rupiah.
Karena itu, meskipun harga minyak mentah sedang turun, faktor-faktor lain itu masih menjadi pendorong kenaikan harga BBM. Faktor utama itu nilai tukar rupiah, ini dolar AS sedang cukup tinggi karena sebagian besar BBM itu kan impor bayar transaksi pakai dolar AS,”
terangnya.

Pertamax Berpotensi Turun
Kendati demikian, Bisman menilai ada ruang harga Pertamax turun pada bulan mendatang. Ruang ini terbuka jika harga minyak mentah dan BBM internasional terus turun, hingga berlanjutnya penguatan nilai tukar rupiah.
Peluang penurunan harga BBM sangat mungkin terjadi apabila harga minyak mentah dan harga BBM internasional terus turun. Serta jika stabilitas pasokan global stabil, termasuk normalisasi Selat Hormuz. Tetapi juga masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,”
jelasnya.
Adapun bila melihat data perdagangan hari ini, harga minyak mentah dunia seperti Brent yang menjadi patokan internasional merosot sebesar 4 persen menjadi US$83,77 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,77 persen menjadi US$80,83 per barel.
Sementara untuk nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir sudah mulai menguat menjauhi level Rp18.000. Rupiah pada pembukaan perdagangan Senin, 15 Juni menguat 0,72 persen atau 128 poin ke level Rp17.732 per dolar AS.
Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.


