Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,5 persen, pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026. Keputusan ini diambil karena pelemahan nilai tukar rupiah sudah mulai pulih.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan potensi BI menaikkan suku bunga acuan sangat kecil pada RDG kali ini. Sebab, BI sudah agresif menaikkan suku bunga acuan dalam kurun waktu satu bulan sebesar 75 basis poin (bps).
Skenario dasar saya adalah BI menahan BI Rate di 5,5 persen karena BI sudah melakukan kenaikan cukup agresif sebesar 75 bps dalam waktu kurang dari satu bulan. Kenaikan 50 bps pada Mei dan 25 bps pada RDG mingguan 9 Juni sudah cukup kuat sebagai sinyal bahwa BI serius menjaga stabilitas rupiah,”
ujar Josua saat dihubungi Owrite pada Kamis, 18 Juni 2026.
Tak Buru-buru
Josua menjelaskan, alasan BI tak akan buru-buru menaikkan suku bunga acuan lantaran rupiah yang sudah mulai pulih. Hal ini karena tujuan kenaikan BI Rate sebelumnya untuk menahan pelemahan rupiah yang lebih dalam.







