Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak loyo pada penutupan perdagangan Kamis,18 Juni 2026. Pelemahan ini sejalan dengan pengumuman Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.
Rupiah tercatat melemah 0,18 persen atau 32 persen ke level Rp17.794 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara IHSG merosot 0,78 persen ke level 6.172.
Untuk nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,9 triliun dengan melibatkan 25,6 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 258 saham naik, 137 tidak bergerak, dan 419 turun.
Saham Banyak Dijual Asing

Dilansir dari Stockbit, ada lima saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp358,00 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp103,50 miliar.
Lalu ada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp100,95 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp93,87 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp77,52 miliar.
Penyebab Pelemahan
Sementara itu, Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini karena para pelaku pasar masih wait and see karena menunggu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Investor global dan institusi menahan diri sembari menunggu dua keputusan krusial dari MSCI untuk melihat apakah status Indonesia dipertahankan di emerging market dan apakah pembekuan konstituen akan dicabut,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Selain itu, pergerakan rupiah juga berasal dari keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Sehingga, untuk perdagangan besok rupiah diperkirakan akan mengalami pelemahan.
Untuk perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.790-Rp17.840,”
katanya.


