Nilai tukar rupiah anjlok melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. Mata uang garuda melemah 0,13 persen atau 23 poin ke level Rp17.866 per dolar AS.
Rupiah bersama beberapa nilai tukar Asia mengalami pelemahan. Mereka diantaranya Rupee India (INR) amblas 0,37 persen, Peso Filipina (PHP) melemah 0,35 persen, Baht Thailand (THB) merosot 0,07 persen terhadap dolar AS.
Pelemahan Rupiah Akibat Dampak Eksternal
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini mayoritas berasal dari eksternal. Pendorong pelemahan salah satunya karena ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai AS-Iran.
Rupiah masih akan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai AS-Iran serta prospek suku bunga the Fed,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite Selasa, 23 Juni 2026.


Lukman mengatakan, pada perdagangan hari ini tidak ada sentimen domestik yang mendorong pelemahan rupiah. Namun, saat ini investor tengah menantikan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait bursa saham RI.
Tidak ada saat ini, kecuali menantikan pengumuman MSCI malam ini,”
tuturnya.
Adapun pada perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.



























