Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menghibahkan motor listrik (Molis) hasil pengadaan tahun 2025 kepada guru honorer. Motor listrik ini menjadi salah satu pengadaan barang korupsi di BGN.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengkritik wacana tersebut. Menurutnya, yang saat ini dibutuhkan oleh guru honorer adalah kenaikan gaji, dibandingkan motor listrik.
Penyerahan sepeda motor listrik tidak menggugurkan kewajiban pemerintah untuk menyejahterakan guru honorer melalui kenaikan gaji. Motor itu sebagai alat penunjang kendaraan, yang paling pastinya adalah gaji guru. Ada kendaraan tapi tidak bisa makan ya sama saja,”
ujar Huda saat dihubungi Owrite Kamis, 25 Juni 2026.
Tak Semua Guru Butuh Kendaraan

Huda menilai, tidak semua guru butuh kendaraan. Sebab masing-masing guru ada yang sudah memiliki kendaraan, sedangkan sisanya bisa menggunakan transportasi lain.






