Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membongkar penyebab PMI Manufaktur Indonesia terperosok ke zona kontraksi pada Juni 2026.
Airlangga menjelaskan, anjloknya manufaktur RI karena dampak disrupsi rantai pasok global, yang menekan sektor riil di dalam negeri. Ia menuturkan, Indonesia baru merasakan efek rambatannya secara penuh belakangan ini.
Itu terkait dengan supply chain. Jadi supply chain sangat terganggu, dan kita memang Indonesia dapatnya lagging. Jadi telat untuk terganggunya,”
ujar Airlangga di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Rantai Pasok Jadi Masalah

Airlangga mengatakan, masalah rantai pasok kini telah menjadi perhatian utama dan topik pembahasan krusial di berbagai forum ekonomi global, mulai dari The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) hingga forum kawasan Asean.






