Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ambruk Rp17.995 per Dolar AS, IHSG Ditutup Menguat 0,87 Persen

Rupiah melemah 0,24 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG menguat tipis 0,87 persen ke level 5.744.

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ilustrasi karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Rupiah melemah 0,24 persen menjadi Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG menguat tipis 0,87 persen ke level 5.744.

Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,2 triliun dengan melibatkan 22,3 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 418 saham naik, 311 tidak bergerak, dan 230 turun.

Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser:

Iklan

  • PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) anjlok 11,27 ke Rp181
  • PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) ambruk 9,72 persen ke Rp650
  • PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melemah 7,84 persen ke Rp940

Sedangkan saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya: 

  • PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menguat 34,88 persen ke Rp232
  • PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) naik 25 persen ke Rp200
  • PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menguat 25 persen ke Rp580

Penyebab Ambruk

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan melemahnya rupiah ini karena sentimen negatif pelaku pasar terhadap Indonesia di kuartal II-2026.

Sejumlah sentimen negatif memasuki kuartal II, mulai dari kasus korupsi tingkat tinggi, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah setelah neraca perdagangan indonesia bulan Mei defisit, inflasi melonjak hingga penundaan pengumuman tentang pasar modal Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI,”

ujar Ibrahim dalam analisis hariannya.

Selain itu, pelemahan juga didorong oleh data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P Global yang menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada Juni 2026. 

Ini adalah tingkat penurunan yang paling kuat dalam setahun, pesanan baru yang masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025,”

tuturnya.

Dengan demikian Ibrahim memperkirakan, rupiah akan bergerak melemah di rentang  Rp17.990-Rp18.050 per dolar AS  pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.