Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 3 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Bom Waktu Fiskal Daerah yang Kian Terjepit! TKD Dipangkas, Beban Gaji PPPK Dialihkan
Ekonomi Bisnis

Bom Waktu Fiskal Daerah yang Kian Terjepit! TKD Dipangkas, Beban Gaji PPPK Dialihkan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 3, 2026 2:15 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/agr)
SHARE

Kondisi keuangan pemerintah daerah (Pemda) dinilai mengalami tekanan berat pada tahun ini. Salah satunya karena pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Daftar isi Konten
  • Tiga Masalah dari TKD 2026
  • Lima Solusi

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan ada tiga masalah menjadi penyebab utama Pemda mengalami tekanan fiskal.

Jadi kami melihat tahun ini adalah tahun yang berat untuk keuangan daerah. Udah berat kemudian ada tiga persoalan yang membuatnya kondisi lebih memburuk,”

ujar Yusuf di Jakarta dikutip, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca juga:
Balik Serang Kejagung! Eks Wakil Kepala BGN Gugat Status Tersangka… Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, menggugat Jaksa Agung (JA) atas penetapan…
Jenderal Polisi Dicokok, Kolonel Ikut Terseret Kasus MBG, Polri-TNI Kompak:… Mabes Polri buka suara keterlibatan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan dalam kasus…
Kejagung Bongkar Peran Kolonel TNI di Skandal MBG, Atur Penggelembungan… Kejaksaan Agung (Kejagung) mengendus adanya keterlibatan seorang perwira TNI aktif dalam kasus…
  • Balik Serang Kejagung! Eks Wakil Kepala BGN Gugat Status Tersangka Korupsi MBG
  • Jenderal Polisi Dicokok, Kolonel Ikut Terseret Kasus MBG, Polri-TNI Kompak: No Impunitas!
  • Kejagung Bongkar Peran Kolonel TNI di Skandal MBG, Atur Penggelembungan Harga?

Tiga Masalah dari TKD 2026

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)

Masalah pertama pemangkasan TKD, Yusuf mengatakan sekitar 80 persen pemerintah daerah masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Pemerintah sendiri sudah memangkas TKD pada tahun ini. Pada 2026 anggaran TKD yang dialokasikan sebesar Rp649,99 triliun, atau berkurang Rp269 triliun dibanding alokasi pada APBN 2025 yang mencapai Rp 919,87 triliun.

Pemangkasan anggaran TKD juga kemungkinan akan kembali dilakukan pemerintah pada tahun depan di kisaran Rp595,52 triliun hingga Rp643,17 triliun. 

Faktor kedua yang memperberat kondisi fiskal daerah adalah naiknya beban pegawai, karena pengalihan kewajiban pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi pemerintah daerah yang tadi bukan pegawai mengalami kenaikan karena ada semacam pemindahan mandat gitu ya dari pemerintah pusat untuk pembayaran gaji PPPK,”

katanya.

Yusuf menjelaskan, pada 205 anggaran pembayaran gaji PPPK masih tercantum dalam komponen Dana Alokasi Umum (DAU). Namun dalam alokasi anggaran 2026, pos tersebut sudah tidak lagi tersedia.

Ini sebenarnya mengindikasikan bahwa pemerintah pusat memindahkan mandat untuk pembayaran gaji PPPK ke pemerintah daerah,”

ujarnya. 

Ketiga melemahnya kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup berkurangnya dana transfer dari pusat. Harapan agar daerah dapat mengompensasi penurunan TKD melalui peningkatan PAD tidak dapat terwujud, sebab penerimaan daerah juga sedang mengalami pelemahan.

Tadinya diharapkan TKD-nya itu kurang bisa ditutupi dari pendapatan asli daerah, tapi dengan kondisi saat ini kemudian tidak bisa dilakukan,”

katanya.

Lima Solusi

Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)
Ekonom Core Indonesia, Dipo Satria Ramli. (Sumber: Yotube/Dipo Satria Ramli)

Maka dari itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Dipo Satria Ramli, mengatakan bahwa Core memberikan sejumlah usulan perbaikan kepada pemerintah. Pertama memasukkan kebutuhan anggaran gaji PPPK ke dalam skema Dana Alokasi Umum (DAU) agar tidak membebani APBD.

Karena saat ini awalnya ada sedikit miskom antara pusat dan daerah siapa yang cover biaya tersebut,”

katanya.

Kedua, menjaga stabilitas penyaluran dana transfer ke daerah. Pasalnya, pencairan dana dari pusat masih kerap terlambat karena menunggu penerimaan pajak pemerintah pusat, sehingga realisasi transfer jauh di bawah anggaran pada awal tahun.

Ketiga, evaluasi terhadap program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah itu perlu dilakukan agar tidak semakin menggerus ruang fiskal daerah.

Keempat, Core mengusulkan agar peran Bappenas diperkuat kembali sebagai penyusun rencana pembangunan nasional yang mengkoordinasikan kebutuhan anggaran kementerian.

Terakhir mungkin ini ya lebih pajak-pajak yang yang baru ya, pariwisata digital yang di daerah memang perlu ditingkatkan,”

katanya.
Baca juga:
Diduga Langgar Putusan MK soal Rangkap Jabatan, ICW Laporkan Pimpinan… Divisi Hukum Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Zararah Azhim menyatakan, lembaganya melaporkan…
Megaproyek MBG: Jenderal Polisi Aktif Resmi Jadi Tersangka Ketujuh Kejagung Pusaran kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menyeret perwira tinggi…
Tak Diakui dalam UU ASN, Status Guru PPPK Paruh Waktu… Komisi X DPR RI minta pemerintah segera menghapus status guru Pegawai Pemerintah…
  • Diduga Langgar Putusan MK soal Rangkap Jabatan, ICW Laporkan Pimpinan BGN ke…
  • Megaproyek MBG: Jenderal Polisi Aktif Resmi Jadi Tersangka Ketujuh Kejagung
  • Tak Diakui dalam UU ASN, Status Guru PPPK Paruh Waktu Harus Dihapus…
Tag:dana alokasi umumDana Transfer ke DaerahfiskalKopdes Merah PutihMBGPemdaPPPKTKD
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi Effect PSI Dinilai Sekadar Imajinasi, Pengaruh Jokowi Disebut Sudah di Titik Nadir
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo saat konfrensi pers. Doc: Istanapresidenyogyakarta.
1
Baru Empat Tahun Berlalu, Bupati Langkat Kembali Terjaring OTT KPK
By Rahmat Baihaqi
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto .
2
DPR Tantang Dirut PLN Buka Data Soal Cadangan Listrik dan Batu Bara, Darmawan Prasodjo Berani?
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
3
Tren Self-care Bergeser Jadi Kebutuhan, Bukan Lagi Gaya Hidup 
By Syifa Fauziah
Perawatan diri
4
Hotman Paris Desak Sidang Nadiem Diulang, Minta Dua Auditor BPKP Diadu di Ruang Sidang
By Rahmat Tunny
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (tengah) meninggalkan Pengadilan Tipikor bersama istrinya, Franka Franklin (kanan) usai sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bakal Tunjuk Semua Marketplace Jadi Pemungut Pajak, Begini Alasannya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menunjuk lebih banyak marketplace…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 menit lalu
Gedung kantor Pos Indonesia. (Sumber: Pos Indonesia)
Ekonomi Bisnis

Usai Dirut Mundur, Danantara Temukan Indikasi Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah melakukan audit terhadap PT Pos…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
48 menit lalu
Warga mengambil uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (1/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rakha Raditya Yahya/YU)
Ekonomi Bisnis

Catat! Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM Mandiri Kena Biaya per 15 Juli 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengenakan biaya layanan tarik tunai tanpa…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Insentif Motor dan Mobil Listrik Ditunda Lagi hingga Agustus 2026, Apa Alasannya?

Pemerintah kembali menunda rencana pemberian insentif untuk kendaraan listrik atau electric vehicle…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up