Rupiah diperdagangkan menguat pada Selasa pagi, 7 Juli 2026. Mata uang garuda menguat tipis 0,03 persen atau 5 poin ke level Rp17.990 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah ini didorong oleh koreksi data ISM Services PMI Amerika.
Rupiah diperkirakan akan dibuka datar walau berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi oleh data ISM yang tidak sekuat harapan,”
ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 7 Juli 2026.
Menanti Data Cadangan Devisa RI


Namun, investor juga tengah menantikan data cadangan devisa Indonesia yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Data ini nantinya akan memengaruhi pergerakan rupiah.
Dengan demikian, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah pada hari ini akan bergerak di rentang Rp17.950 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.
Nilai Tukar Asia
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, tidak hanya rupiah yang mengalami penguatan. Namun, sejumlah nilai tukar Asia ikut berotot diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,08 persen, Dolar Singapura (SGD) sebesar 0,09 persen.
Lalu Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,11 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,13 persen, Yen Jepang (JPY) naik 0,14 persen, Won Korea (KRW) menguat 0,16 persen.























