Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,41 persen ke level 73 persen ke level Rp17.994 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah pada hari ini karena naiknya tensi konflik di Timur Tengah. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dunia dan indeks dolar AS.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS,”
ujar Lukman kepada Owrite, hari ini.
Lukman memperkirakan bahwa pelemahan rupiah pada hari ini akan terbatas. Sebab, ada dukungan kuat dari domestik dan masuknya dana asing ke pasar ekuitas dan Surat Berharga Negara (SBN).
“Perlemahan mungkin bisa terbatas oleh dukungan sentimen kuat domestik dari inflow dana asing di pasar ekuitas maupun SBN,”
tutur dia.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.






















