Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya Beli Masih Tertekan
Ekonomi Bisnis

Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya Beli Masih Tertekan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Agustus 21, 2026 5:17 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi Motor Listrik
Chief Marketing Officer Alva Putu Swaditya Yudha (kiri) bersama CEO dan CO Founder Dash Aditya Brahmana (tengah) dan Presiden Director KALISTA Albert Aulia Ilyas (kanan) berbincang usai penandatanganan kerja sama penyediaan infrastruktur logistik berbasis sepeda motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadan)
SHARE

Pemerintah akan memberikan insentif untuk 1 juta motor listrik buatan dalam negeri. Bahkan, Presiden Prabowo mendorong produksi Motor Listrik Nasional (Molinas) dapat mencapai dua juta unit, di tengah tekanan daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Kondisi Daya Beli Masyarakat
  • Insentif Rp3 Juta Belum Cukup

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai target produksi motor listrik nasional tersebut terlalu optimis di tengah kondisi saat ini.

Target produksi 2 juta motor listrik nasional dan insentif untuk 1 juta unit yang digaungkan pemerintah terlihat terlalu optimistis jika dibandingkan dengan kondisi pasar saat ini,”

ujar Yusuf kepada Owrite Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca juga:
Alva dan Gesits Bakal Dapat Insentif Motor Listrik, Ini Daftar… Pemerintah tengah menyiapkan skema insentif untuk kendaraan listrik di Indonesia. Dua merek…
Keterwakilan Perempuan di Parlemen Mandek 16-22 Persen, Target 30 Persen… Target keterwakilan perempuan minimal 30 persen di parlemen belum juga tercapai. Kementerian…
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan… Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani prihatin dengan Operasi…
  • Alva dan Gesits Bakal Dapat Insentif Motor Listrik, Ini Daftar Harga dan…
  • Keterwakilan Perempuan di Parlemen Mandek 16-22 Persen, Target 30 Persen Masih Jauh…
  • Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa

Kondisi Daya Beli Masyarakat

Nilai tukar rupiah
Uang rupiah di Dompet Masyarakat. (foto: Pexels/ Ahsanjaya )

Yusuf mengatakan, saat ini permasalahan utama bukan hanya sebatas kapasitas produksi. Namun, kemampuan masyarakat dalam menyerap produk, di tengah tekanan daya beli masyarakat menengah ke bawah. 

Penjualan motor listrik masih berada di kisaran puluhan ribu unit per tahun, jauh dibandingkan penjualan motor konvensional yang mencapai sekitar 6 sampai 7 juta unit. Di tengah daya beli kelas menengah bawah yang masih tertekan, selisih harga dengan motor bensin entry level juga masih menjadi hambatan besar,”

jelasnya.

Menurut Yusuf, segmen masyarakat yang mampu menyerap 1 juta unit motor listrik ini sangat terbatas. Mereka diantaranya pekerja formal di perkotaan, ojek online (ojol), hingga lembaga yang mendapatkan skema pembiayaan khusus.

Segmen konsumen yang mampu menyerap 1 juta unit kemungkinan masih terbatas pada pekerja formal perkotaan, pengguna ojek online, atau lembaga yang mendapatkan skema pembiayaan khusus,”

jelasnya.

Sedangkan masyarakat dengan penghasilan rendah masih menghadapi persoalan harga, akses pembiayaan, infrastruktur pengisian, serta kekhawatiran mengenai umur dan biaya penggantian baterai. 

Penghematan biaya operasional memang menarik, tetapi bagi konsumen berpenghasilan rendah, harga pembelian di awal tetap menjadi pertimbangan utama,”

jelasnya.

Insentif Rp3 Juta Belum Cukup

Presiden Prabowo meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
Presiden Prabowo meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026. (setneg.go.id)

Yusuf menilai, besaran insentif yang akan digelontorkan pemerintah sebesar Rp3 juta per unit belum cukup untuk mendorong daya beli. Sebab, dengan insentif yang lebih besar sebelumnya target penjualan masih rendah.

Besaran insentif juga perlu dihitung secara realistis, jika insentif hanya Rp3 juta per unit, dengan total anggaran Rp3 triliun, daya dorongnya relatif terbatas. Program sebelumnya dengan insentif yang lebih besar saja belum mampu mendekati target penjualan yang sangat tinggi,”

jelasnya.

Maka dari itu, dia mengatakan saat ini permasalahan utama bukan sekedar menambah subsidi. Namun, pemerintah harus memastikan produk yang dihasilkan benar-benar dapat terserap pasar.

Artinya, persoalannya bukan sekadar menambah subsidi, tetapi memastikan ada permintaan yang cukup kuat dan pembiayaan yang mudah dijangkau masyarakat,”

jelasnya.

Sementara dari sisi industri, target ambisius Prabowo sebanyak 2 juta motor listrik ini perlu disesuaikan dengan kapasitas pasar. Sebab, bila mendorong investasi dan kapasitas produksi terlalu cepat tanpa kepastian permintaan, berpotensi menimbulkan overcapacity alias kelebihan kapasitas.

Pabrik memang bisa dibangun, tetapi yang lebih penting adalah memastikan produknya terserap pasar. Pendalaman industri baterai dan komponen juga membutuhkan investasi besar dan tidak akan efisien jika hanya didorong oleh target produksi tanpa basis permintaan yang kuat,”

imbuhnya.
Baca juga:
Motor Listrik vs Motor Bensin: Mana yang Lebih Cocok untuk… Program Motor Listrik Nasional (Molinas) tengah menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo…
Wacana Prabowo Bahasa Asing Masuk SD Jangan Sampai "Gusur" Bahasa… Wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar…
Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini… Psikolog Meity Arianty menilai pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar (SD)…
  • Motor Listrik vs Motor Bensin: Mana yang Lebih Cocok untuk Masyarakat Indonesia?
  • Wacana Prabowo Bahasa Asing Masuk SD Jangan Sampai "Gusur" Bahasa Daerah
  • Anak Kelas 1 SD Jangan Dipaksa Baca-Tulis Bahasa Asing, Begini Penjelasan Psikolog

Tag:Berita PentingDaya Beli MasyarakatMotor ListrikMotor Listrik NasionalOjolprabowoPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Pengeboran Onshore Milik Pertamina. (Sumber: Dok. PHE)
Ekonomi Bisnis

Target 1 Juta Barel Terancam, ReforMiner Desak 8 Insentif Genjot Eksplorasi Migas

Target swasembada energi nasional dengan produksi minyak sedikitnya 1 juta barel per…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
33 menit lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik 0,37 Persen di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Ilustrasi uang dolar
Ekonomi Bisnis

NPI Kuartal II-2026 Defisit US$900 Juta, Transaksi Berjalan Jebol ke US$12,5 Miliar

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2026…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Pengusaha Pertambangan Batu Bara Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad). (Sumber: IG @ahilmanfauzi)
Ekonomi Bisnis

Sepekan Saham PACK Melesat 40,88 Persen, Haji Isam Ada di Baliknya

Saham emiten PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat dalam beberapa…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up