Bank Indonesia (BI) akan memperbarui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai 1 September 2026. Tambahan likuiditas ke perbankan ini akan diarahkan ke sektor yang dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Alexander Lubis mengatakan sektor-sektor tersebut diantaranya pertanian, industri dan realisasi, konstruksi, real estate dan perumahan, serta sektor jasa termasuk ekonomi kreatif.
Tadi sektor-sektor produktifnya, kita ada sektor-sektor KLM. Ini yang memang kita harapkan pembiayaan-pembiayaan KLM ini masuk ke sana, yaitu pertanian, industri, konstruksi, real estate dan perumahan, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif,”
kata Alexander dalam Taklimat Media, di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Beri Efek Pertumbuhan Ekonomi


Alexander menuturkan, pemilihan sektor itu dilakukan karena ekonomi RI didorong oleh sektor-sektor tersebut. Sehingga diharapkan, sektor tersebut bisa memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena persis ekonomi kita mainly di drive oleh sektor-sektor ini. Harapannya kalau sektor-sektor ini bisa tumbuh lebih cepat, maka dapat mengungkit ekonomi kita secara keseluruhan, termasuk UMKM tadi,”
jelasnya.
Alexander menuturkan, pemulihan UMKM pasca Covid-19 saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. Sehingga, dukungan pembiayaan bagi UMKM perlu didorong.
Memang PR-nya setelah Covid itu pemulihan UMKM ini, masih perlu terus kita dorong,”
tuturnya.






















