Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Analis Kebijakan Publik, Faisal Sallatalohy, menilai klaim pertumbuhan tersebut harus diuji dengan kondisi sektor riil, terutama ketika dunia usaha masih menghadapi tekanan dan persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) membayangi masyarakat.
Industri manufaktur berdarah-darah di zona kontraksi (PMI 48,9), PHK meningkat, pengangguran tinggi, rakyat kehilangan pendapatan, daya beli lemah, miskin, subsidi dikurangi, mendesak rakyat bergantung hidup terhadap utang pinjol,”
kata Faisal yang dikutip dari laman facebook pribadinya, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya hanya dilihat dari angka Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah juga perlu melihat apakah pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.







