Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap keterlibatan Sudewo ketika ia menjabat sebagai anggota Komisi V DPR dalam kasus dugaan korupsi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di wilayah Jawa Timur.
Campur tangan Sudewo dalam pengadaan barang dan jasa proyek pembangunan jalur kereta api ganda wilayah Jawa Timur, diketahui setelah penyidik memeriksa saksi dari pihak swasta.
Pendalaman para saksi pihak swasta terkait dugaan intervensi dan pengondisian dalam proses pengadaan barang dan jasa pembangunan jalur kereta di wilayah Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Timur,”
ujar Jubir KPK Budi Prasetyo di kanto KPK, Rabu, 22 April 2026.
Berdasar keterangan para saksi yang diperiksa kemarin di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jawa Timur, penyidik menemukan indikasi aliran uang proyek dari pihak swasta yang masuk ke kantong Sudewo melalui orang kepercayaannya.
Awal Mula
Perkara rasuah korupsi DJKA bermula saat penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah DJKA Kementerian Perhubungan (saat ini berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang). Hasilnya, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Penindaklanjutan perkara berlanjut, hingga pada 15 Desember 2025 penyidik menetapkan 20 orang dan dua korporasi sebagai tersangka. Sebulan berikutnya, Sudewo turut ditetapkan sebagai tersangka.

