Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 1 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Low Maintenance Friendship: Temenan Tapi Jarang Chat Tetap Dekat, Emang Sehat?
Hukum

Low Maintenance Friendship: Temenan Tapi Jarang Chat Tetap Dekat, Emang Sehat?

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 1, 2026 2:27 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
low maintenance friendship
low maintenance friendship (Foto: Paxels)
SHARE

Di era yang serba cepat seperti sekarang ini, kamu mungkin sering mendengar istilah low maintenance friendship. Konsep pertemanan yang tidak menuntut komunikasi intens setiap hari, tapi tidak ada rasa canggung kalau ketemu atau kumpul bareng lagi.

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Low Maintenance Friendship?
  • Mengapa Low Maintenance Friendship Populer?
  • Benarkah Hanya Alibi Malas Berinteraksi?
  • Ciri-Ciri Low Maintenance Friendship yang Sehat
  • Kapan Low Maintenance Friendship Menjadi Tidak Sehat?

Banyak orang menganggap model pertemanan seperti ini adalah solusi yang ideal. Apalagi saat ini kita dalam fase yang sangat sibuk, entah sibuk denga pekerjaan, keluarga, hingga berbagai tanggung jawab pribadi. 

Namun, banyak yang bertanya-tanya, low maintenance friendship beneran sehat, atau justru alasan untuk mengabaikan teman? Untuk itu, kamu perlu paham dulu apa arti dari low maintenance friendship.

Baca juga:
Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar yang Menjerat Yaqut Mandek, KPK… Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut…
Siap-siap! KPK Beri Kode Bakal Tahan Tersangka Skandal Kuota Haji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal akan menjerat pihak swasta dalam kasus…
Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma… Putusan Majelis Hakim Pengadilan Militer I-02 Medan yang menjatuhkan vonis 10 bulan…
  • Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar yang Menjerat Yaqut Mandek, KPK Tunggu Apa…
  • Siap-siap! KPK Beri Kode Bakal Tahan Tersangka Skandal Kuota Haji
  • Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma 10 Bulan…

Apa Itu Low Maintenance Friendship?

Secara sederhana, low maintenance friendship adalah hubungan pertemanan yang tidak bergantung pada frekuensi komunikasi. Dua orang bisa saja tidak saling menghubungi selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tetapi ketika bertemu kembali hubungan mereka tetap terasa hangat seperti tidak pernah berpisah.

Biasanya, mereka tidak merasa terbebani jika pesan tidak langsung dibalas atau jika jadwal bertemu harus ditunda. Karena ada rasa saling percaya bahwa hubungan tersebut tetap ada meski tidak berhubungan secara intens.

Fenomena ini semakin umum terjadi seiring bertambahnya usia. Ketika memasuki dunia kerja, membangun keluarga, atau tinggal di kota yang berbeda, waktu untuk bersosialisasi menjadi semakin terbatas.

Mengapa Low Maintenance Friendship Populer?

Dengan adanya media sosial orang-orang merasa dirinya tetap terhubung satu sama lain. Namun Ironisnya, koneksi yang terus-menerus ini tidak selalu menghasilkan kedekatan yang lebih dalam.

Sehingga banyak yang mengalami kelelahan sosial karena terlalu banyak interaksi digital. Notifikasi yang muncul tiada henti, grup wa yang aktif sepanjang hari, hingga tuntutan untuk selalu online yang membuat sebagian orang lebih memilih membangun hubungan yang lebih santai dan tidak menuntut.

Di sisi lain, pertemanan yang terlalu “high maintenance” juga dapat menguras energi. Teman yang selalu menuntut perhatian, ingin selalu diutamakan, atau sering bergantung secara emosional bisa membuat seseorang merasa terbebani.

Karena itu, low maintenance friendship sering dipandang sebagai bentuk hubungan yang lebih dewasa. Karena kedua pihak memahami keterbatasan waktu dan energi masing-masing tanpa harus mempertanyakan kualitas hubungan mereka.

Benarkah Hanya Alibi Malas Berinteraksi?

Baca juga:
PMM Bantah Selundupkan Mineral Radioaktif, Bawa 'Senjata' 20 Dokumen ke… PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) membantah melakukan penyelundupan mineral berbahaya dan radioaktif…
Ketua Ombudsman Nonaktif Terancam Sanksi Etik Berat, Nasibnya di Ujung… Majelis Etik Ombudsman Republik Indonesia (ORI) bakal mengumumkan hasil sidang etik terhadap…
Negara Rugi Rp857 Miliar, ESDM Kejar Pelaku Tambang Ilegal Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral…
  • PMM Bantah Selundupkan Mineral Radioaktif, Bawa 'Senjata' 20 Dokumen ke Kejagung
  • Ketua Ombudsman Nonaktif Terancam Sanksi Etik Berat, Nasibnya di Ujung Tanduk
  • Negara Rugi Rp857 Miliar, ESDM Kejar Pelaku Tambang Ilegal

Meski terdengar ideal, konsep ini tidak selalu berjalan sehat. Dalam beberapa kasus, label low maintenance justru digunakan sebagai alibi untuk malas menjaga hubungan pertemanan.

Sebagian orang menganggap persahabatan akan tetap bertahan hanya karena mereka punya banyak kenangan bersama. Akibatnya, mereka jarang menghubungi teman, tidak hadir saat dibutuhkan, dan menganggap hubungan akan tetap baik-baik saja tanpa mengeluarkan effort untuk menjaga hubungan tersebut.

Padahal, setiap hubungan membutuhkan investasi emosional. Persahabatan yang sehat tetap memerlukan perhatian, komunikasi, dan usaha meski dalam bentuk sederhana.

Mengirim pesan singkat untuk menanyakan kabar, mengingat ulang tahun, memberikan dukungan saat teman sedang menghadapi masalah, atau sekadar berbagi cerita ringan bisa menjadi bentuk untu menjaga hubungan agar langgeng.

Tanpa adanya upaya tersebut, jarak yang awalnya terasa wajar bisa berubah menjadi keterasingan yang sulit diperbaiki.

Ciri-Ciri Low Maintenance Friendship yang Sehat

Pertemanan minim kontak dapat dikatakan sehat jika kedua pihak memiliki ekspektasi yang sama. Tidak ada perasaan diabaikan, tidak ada pihak yang terus-menerus berusaha sendirian, dan keduanya tetap hadir saat benar-benar dibutuhkan.

Hubungan seperti ini biasanya ditandai dengan adanya rasa saling percaya, komunikasi yang jujur, serta kemampuan untuk memahami kesibukan masing-masing tanpa menganggapnya sebagai penolakan pribadi.

Selain itu, low maintenance yang sehat adalah tetap berusaha menunjukkan perhatian meskipun tidak setiap hari. Mereka mungkin tidak sering bertukar pesan, tetapi tetap hadir dalam momen penting kehidupan satu sama lain.

Kapan Low Maintenance Friendship Menjadi Tidak Sehat?

Masalah muncul ketika hubungan hanya berjalan satu arah. Jika salah satu pihak selalu menghubungi terlebih dahulu, selalu berusaha menjaga komunikasi, sementara pihak lain terus menghilang tanpa penjelasan, maka hubungan akan berkembang menjadi toxic relationship.

Begitu pula ketika seseorang merasa tidak pernah didengarkan, tidak mendapat dukungan saat membutuhkan bantuan, atau hanya dicari ketika ada kepentingan tertentu.

Dalam kondisi seperti itu, istilah low maintenance friendship bisa menjadi topeng bagi hubungan yang sebenarnya sudah renggang atau bahkan tidak lagi sehat.

Merujuk pada Verywellmind, persahabatan yang sehat merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap kebahagiaan, kesehatan mental, hingga kualitas seseorang.

Karena itu, hubungan pertemanan tidak bisa sepenuhnya dibiarkan berjalan tanpa usaha. Meskipun tidak perlu berkomunikasi setiap hari, menjaga koneksi tetap penting agar hubungan tidak perlahan menghilang.

Kuncinya bukan terletak pada seberapa sering bertemu atau mengobrol, melainkan pada kualitas perhatian yang diberikan. Persahabatan yang kuat lahir dari rasa saling peduli, kehadiran saat dibutuhkan, serta komunikasi yang terbuka mengenai kebutuhan dan harapan masing-masing.

Dan akhirnya, low maintenance friendship bisa menjadi bentuk persahabatan yang sehat dan dewasa selama kedua pihak tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan tersebut. Sebab, persahabatan yang baik bukanlah hubungan yang tidak membutuhkan usaha sama sekali, melainkan hubungan yang membuat usaha itu terasa ringan dan tulus.

Tag:komunikasi intenslow maintenance friendshiptemanan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Respons Dandhy Laksono Usai Mama Yasinta ‘Pesta Babi’ Laporkan Pembuat Film ke Polisi
By Rahmat Tunny
Yasinta Moiwend alias Mama Sinta bersama kuasa hukum mengonsultasikan dugaan eksploitasi film 'Pesta Babi'.
1
Kabar Baik dan Buruk di Awal Juni, Dexlite Turun Rp3.000 tapi Pertamax Turbo Naik
By Iren Natania
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
2
Pemilu 3 Tahun Lagi, Jokowi Mulai Safari Politik: Demi Muluskan Jalan Gibran?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo ketika menjabat sebagai presiden.
3
Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma 10 Bulan Penjara
By Rahmat Tunny
ilustrasi dibuat oleh AI.
4
Obral Pajak 0 Persen Purbaya: Eksportir Nonmigas Wajib Kurung Devisa 12 Bulan
By Rahmat Tunny
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan) menyampaikan Konferensi Pers Persiapan Operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,
Hukum

Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar yang Menjerat Yaqut Mandek, KPK Tunggu Apa Lagi?

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
2 jam lalu
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK dan Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu.
Hukum

Siap-siap! KPK Beri Kode Bakal Tahan Tersangka Skandal Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi sinyal akan menjerat pihak swasta dalam kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
6 jam lalu
ilustrasi dibuat oleh AI.
Hukum

Inovasi Hukum Pengadilan Militer Medan: Tentara Hilangkan Nyawa Anak Cuma 10 Bulan Penjara

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Militer I-02 Medan yang menjatuhkan vonis 10 bulan…

rahmat-tunnyowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
1 hari lalu
Hukum

PMM Bantah Selundupkan Mineral Radioaktif, Bawa ‘Senjata’ 20 Dokumen ke Kejagung

PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) membantah melakukan penyelundupan mineral berbahaya dan radioaktif…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up