Proses ekstradisi buron kasus korupsi KTP elektronik, Paulus Tannos, ke Indonesia mulai menemui titik terang. Kepastian ini diperoleh setelah Pengadilan Tinggi Singapura menolak gugatan Paulus yang menentang upaya pemulangannya ke Tanah Air.
Jubir KPK Budi Prasetyo berpendapat penolakan gugatan itu, dapat mempercepat proses hukum Paulus di Indonesia.
“Putusan tersebut merupakan perkembangan penting dalam upaya penegakan hukum lintas yurisdiksi dan semakin membuka jalan bagi percepatan proses ekstradisi yang sedang berlangsung,”
kata Budi Prasetyo melalui keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.
Paulus merupakan tersangka mega korupsi KTP elektronik yang sempat menjerat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dia kemudian ditetapkan sebagai buron dan ditangkap di Singapura pada 17 Januari 2025.






