Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 31 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Polemik Kasus Eks Jampidsus jadi ‘Bola Liar’, Analis: Prabowo Harus Keluar Beri Penjelasan
Hukum

Polemik Kasus Eks Jampidsus jadi ‘Bola Liar’, Analis: Prabowo Harus Keluar Beri Penjelasan

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Juli 17, 2026 2:47 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden).
SHARE

Sikap Presiden Prabowo Subianto yang belum memberikan pernyataan terbuka terkait polemik penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan. 

Di tengah perhatian publik terhadap dinamika yang melibatkan aparat penegak hukum, Prabowo dinilai perlu tampil memberikan penjelasan sekaligus meredakan situasi.

Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai, publik bukan hanya mempertanyakan keberadaan Febrie setelah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga menunggu sikap Presiden sebagai kepala pemerintahan.

Jadi kita sekarang juga kebingungan mengenai status Febrie. Yang jelas, pertanyaan Febrie ada di mana, menjadi pertanyaan serius bagi publik setelah dia ditetapkan tersangka,”

kata Arif kepada Owrite, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting di tengah berkembangnya polemik tersebut, yakni mengenai sikap Presiden Prabowo.

Pakar Hukum Desak Aparat Periksa Semua Eks Jampidsus yang Pernah Tempati Rumah Dinas Febrie Adriansyah

Tetapi bagi saya, pertanyaan yang tidak kalah serius adalah di mana Prabowo? Presiden perlu keluar memberikan penjelasan,”

ucapnya.

Dikatakan Arif, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya Presiden untuk meredakan situasi yang berkembang di ruang publik. Kondisi tersebut, dapat memunculkan kesan bahwa pemerintah menganggap persoalan tersebut tidak menjadi masalah, padahal perhatian publik terus menguat.

Karena terkesan Prabowo tidak berusaha meredam persoalan ini, seolah-olah everything is just alright. Padahal kita bisa melihat bahwa semuanya tidak sedang baik-baik saja,”

bebernya.

Arif berpendapat, kemunculan Presiden di ruang publik penting untuk menunjukkan kepemimpinan sekaligus memastikan bahwa pemerintah tetap memegang kendali atas situasi.

Jadi menurut saya, Prabowo perlu muncul untuk menunjukkan bahwa dia tegas dan bahwa grip kekuasaannya masih cukup kuat. Meskipun saya sendiri meragukan hal itu,”

tegasnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa yang paling dibutuhkan saat ini adalah kepastian dari Presiden agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Baca juga:
Survei Median: SBY Cuma 0,2 Persen, Prabowo Teratas Dikejar Dedi-Anies Nama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali muncul dalam daftar sosok…
Jejak Rp5 Juta di Rekening Sutrimo: Diduga Kiriman Ajudan Febrie Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkapkan ada transferan uang masuk Rp5…
Klaim Prabowo Soal Penanganan Gempa NTT Berbeda dengan Fakta Lapangan Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut penanganan bencana gempa Nusa Tenggara Timur…
  • Survei Median: SBY Cuma 0,2 Persen, Prabowo Teratas Dikejar Dedi-Anies
  • Jejak Rp5 Juta di Rekening Sutrimo: Diduga Kiriman Ajudan Febrie
  • Klaim Prabowo Soal Penanganan Gempa NTT Berbeda dengan Fakta Lapangan

Namun setidaknya dia perlu menunjukkan kepada publik bahwa situasinya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Jadi saya pikir setiap presiden memiliki kebutuhan untuk memastikan bahwa kekuasaannya solid,”

jelasnya.

Arif menambahkan, apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penjelasan dari Presiden, bukan hanya publik yang akan mempertanyakan situasi tersebut, tetapi juga dapat memunculkan dinamika politik di lingkungan kekuasaan.

Kalau tidak, bukan hanya publik, bahkan orang-orang di sekitarnya akan melihat kondisi ini sebagai political opportunity untuk melemahkan dirinya atau mengambil posisi politik yang berbeda dari kehendak presiden,”

tutupnya.
Tag:Analis politik Exposit StrategicArif SusantoFebrie AdriansyahHeadlineKejaksaan dan PolriKorupsi JampidsusPrabowo Subianto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Kamus Nyeleneh Warga Threads: Gibran Malah jadi Kode ‘Kosong’ hingga Prabowo Berarti ‘Asbun’
By Ani Ratnasari
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
1
Misterius! Markas GRIB Jaya di Kebon Jeruk Terbakar Dini Hari, Penyebabnya Belum Terungkap
By Rahmat Baihaqi
Kondisi posko ormas GRIB Jaya pasca terbakar.
2
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026–2031, Dipilih Lewat Musyawarah AHWA
By Natania Longdong
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.
3
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih: Cicit KH Hasyim Asy’ari, Pernah Menjadi Pelaut hingga Memimpin Tebuireng
By Ani Ratnasari
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (kedua kanan) menandatangani pakta integritas usai ditetapkan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
4
BMKG Catat 10.232 Gempa Susulan di Flores NTT, 188.161 Warga Mengungsi
By Ani Ratnasari
Update Gempa Bumi Susulan di Flores NTT, 31 Agustus 2026. (Sumber: IG @infobmkg)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi obat.
Hukum

MK Hidupkan Lagi Anti-evergreening, Jalan Obat Generik Kian Terbuka

Mahkamah Konstitusi (MK) menghidupkan kembali ketentuan anti-evergreening dalam Undang-Undang Paten. Putusan ini…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 menit lalu
Kejagung ungkap dugaan korupsi Tata Kelola Nikel oleh PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) senilai Rp401 miliar. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Hukum

Kejagung Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor Nikel PT CNI, Negara Rugi Rp401 Miliar

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyelidiki dugaan kasus korupsi Tata Kelola Nikel oleh PT…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
4 jam lalu
Ilustrasi tersangka dijebloskan ke penjara.
Hukum

Bos Kasino Batam Suwanda Alias Akau Dijerat Pasal TPPU, Polisi Sita Rp1,04 Miliar

Bareskrim Polri menjerat bos judi kasino Nine Stage Lounge and Bar di…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Hakim tunggal M. Firman Akbar mengetuk palu saat memimpin sidang praperadilan terkait penyitaan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yang diajukan tersangka Lodewyk Pusung.
Hukum

Kejagung Peringatkan Lodewyk Pusung, Praperadilan Ketiga Bisa Terbentur KUHAP Baru

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyoroti langkah eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up