Sikap Presiden Prabowo Subianto yang belum memberikan pernyataan terbuka terkait polemik penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan.
Di tengah perhatian publik terhadap dinamika yang melibatkan aparat penegak hukum, Prabowo dinilai perlu tampil memberikan penjelasan sekaligus meredakan situasi.
Analis Politik Exposit Strategic Arif Susanto menilai, publik bukan hanya mempertanyakan keberadaan Febrie setelah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi juga menunggu sikap Presiden sebagai kepala pemerintahan.
Jadi kita sekarang juga kebingungan mengenai status Febrie. Yang jelas, pertanyaan Febrie ada di mana, menjadi pertanyaan serius bagi publik setelah dia ditetapkan tersangka,”
kata Arif kepada Owrite, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting di tengah berkembangnya polemik tersebut, yakni mengenai sikap Presiden Prabowo.
Tetapi bagi saya, pertanyaan yang tidak kalah serius adalah di mana Prabowo? Presiden perlu keluar memberikan penjelasan,”
ucapnya.
Dikatakan Arif, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya Presiden untuk meredakan situasi yang berkembang di ruang publik. Kondisi tersebut, dapat memunculkan kesan bahwa pemerintah menganggap persoalan tersebut tidak menjadi masalah, padahal perhatian publik terus menguat.
Karena terkesan Prabowo tidak berusaha meredam persoalan ini, seolah-olah everything is just alright. Padahal kita bisa melihat bahwa semuanya tidak sedang baik-baik saja,”
bebernya.
Arif berpendapat, kemunculan Presiden di ruang publik penting untuk menunjukkan kepemimpinan sekaligus memastikan bahwa pemerintah tetap memegang kendali atas situasi.
Jadi menurut saya, Prabowo perlu muncul untuk menunjukkan bahwa dia tegas dan bahwa grip kekuasaannya masih cukup kuat. Meskipun saya sendiri meragukan hal itu,”
tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa yang paling dibutuhkan saat ini adalah kepastian dari Presiden agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun setidaknya dia perlu menunjukkan kepada publik bahwa situasinya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang. Jadi saya pikir setiap presiden memiliki kebutuhan untuk memastikan bahwa kekuasaannya solid,”
jelasnya.
Arif menambahkan, apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penjelasan dari Presiden, bukan hanya publik yang akan mempertanyakan situasi tersebut, tetapi juga dapat memunculkan dinamika politik di lingkungan kekuasaan.
Kalau tidak, bukan hanya publik, bahkan orang-orang di sekitarnya akan melihat kondisi ini sebagai political opportunity untuk melemahkan dirinya atau mengambil posisi politik yang berbeda dari kehendak presiden,”
tutupnya.






















