Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hukum

Tak Perlu Gimik Jabat Tangan, Polri-Kejaksaan Disarankan Bentuk Joint Investigation Usut Korupsi Besar

diberi target waktu lima bulan untuk menuntaskan penyidikan empat perkara tersebut sebelum hasilnya dipaparkan secara terbuka.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) melakukan salam komando usai pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) melakukan salam komando usai pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026). ( ANTARA FOTO/Fah/Nadia Putri/foc.)

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri meminta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Jampidsus Kejaksaan Agung membentuk joint investigation untuk membongkar kasus-kasus korupsi besar sebagai bukti nyata sinergi antarlembaga.

Nah, daripada saling bergontok-gontokan atau pura-pura rukun hanya dengan senyum dan jabat tangan yang menurut saya tidak cukup meyakinkan, kenapa tidak membuat joint investigation?”

kata Reza kepada Owrite, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut sebaiknya langsung diwujudkan melalui penyidikan bersama terhadap sejumlah perkara korupsi besar, sehingga publik dapat menilai hasil kerja kedua institusi, bukan sekadar melihat simbol-simbol kebersamaan.

Kortas Tipidkor dan Jampidsus sama-sama membongkar tiga kasus: Asabri, Krakatau Steel, dan Batubara,”

ujarnya.

Reza menambahkan, penyidikan bersama juga perlu dilakukan terhadap dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjadi bukti bahwa Polri dan Kejaksaan benar-benar bekerja sama memberantas korupsi.

Iklan

Kortas Tipidkor dan Jampidsus juga membuat joint investigation untuk membongkar korupsi MBG secara bersama-sama. Jadi, tidak usah sekadar jabat tangan, tidak usah saling kirim senyum dan sejenisnya,”

tegasnya.

Ia mengusulkan, kedua lembaga diberi target waktu lima bulan untuk menuntaskan penyidikan empat perkara tersebut sebelum hasilnya dipaparkan secara terbuka kepada masyarakat.

Bentuk joint investigation, beri waktu lima bulan, setelah itu paparkan hasilnya kepada publik. Bisa atau tidak? Saya yakin bisa. Pastikan dalam waktu lima bulan empat kasus bisa diungkap dan dipaparkan kepada publik,”

jelasnya.

Reza menilai, Kejaksaan Agung melalui Jampidsus telah memiliki rekam jejak penanganan perkara korupsi yang kuat. Sementara itu, ia tetap berharap Kortas Tipidkor Polri mampu menunjukkan kapasitas yang sama melalui kerja sama dalam pengungkapan perkara-perkara besar.

Jampidsus dengan sekian banyak catatan prestasinya selama ini, mampu melakukan pengungkapan-pengungkapan yang dahsyat. Kortas Tipidkor, walaupun membuat saya terperangah karena baru muncul sekarang, saya tetap ingin meletakkan optimisme bahwa Polri juga bisa,”

ucapnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal