Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Daging Kambing Jadi “Kambing Hitam”? Menkes Bongkar Fakta Soal Kolesterol saat Idul Adha

Banyak orang yang enggan konsumsi daging kambing karena dianggap memiliki lemak jenuh tinggi dan menyebabkan kolesterol. Lantas apakah benar?

Warga Majlis Tafsir Al Quran (MTA) menyembelih hewan kurban saat Idul Adha 1447 H di Pusat Penyembelihan Hewan Kurban MTA Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah
Warga Majlis Tafsir Al Quran (MTA) menyembelih hewan kurban saat Idul Adha 1447 H di Pusat Penyembelihan Hewan Kurban MTA Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/kye)

Menyantap olahan daging kambing menjadi ritual yang banyak dilakukan saat Idul Adha. Biasanya daging kambing diolah menjadi berbagai macam hidangan, mulai dari sate, tongseng, gulai dan masih banyak lagi.

Namun, banyak orang yang enggan nengkonsumsi daging kambing, karena dianggap memiliki lemak jenuh tinggi dan menyebabkan kolesterol.

Lantas Apakah Benar?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa daging sapi justru memiliki lemak jenuh tiga kali lipat lebih tinggi dari lemak jenuh daging kambing.

Iklan

“Kasihan nih si kambing, selalu dituduh menjadi kambing hitam, dibilang kolesterol tinggi, lemak jenuhnya tinggi,”

ujar Menkes Budi seperti dikutip dari Instagram @bgsadikin.

Budi mengatakan, selama ini kambing dituduh sebagai penyebab tekanan darah, padahal per 100 gram daging kambing, lemak jenuhnya hanya 0,8. Sedangkan lemak jenuh yang ada di daging sapi, 3 gram.

Pilihan EditorHilwa Urwatul Wutsqa

Tips Aman Menikmati Daging Kurban bagi Penderita Kolesterol

Menurut Budi, jika setelah Idul Adha banyak yang masuk ke rumah sakit karena kolesterol dan tekanan darah tinggi, yang salah bukan kambingnya, tapi cara masaknya.

“Si kambing udah benar sehat, sama si tukang masak ditambahin santannya, jeroan, garamnya banyak. Jadi ingat ya, yang salah bukan kambingnya tapi yang salah cara masaknya,”

tandasnya.

Iklan