Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 30 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Alarm untuk Pemerintah! Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan Berisiko Putuskan Akses Layanan Kesehatan Kelompok Rentan
Hype

Alarm untuk Pemerintah! Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan Berisiko Putuskan Akses Layanan Kesehatan Kelompok Rentan

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Juni 29, 2026 7:38 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
BPJS Kesehatan
Petugas melayani peserta program BPJS Kesehatan yang melakukan reaktivasi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tangerang, Tangerang, Banten (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom)
SHARE

Persoalan penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dinilai tidak hanya berkaitan dengan akurasi data penerima bantuan, tetapi juga kesiapan tata kelola yang mengiringi kebijakan tersebut.

Tanpa mekanisme perlindungan yang memadai, kelompok rentan berisiko kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.

Peneliti Bidang Sosial TII, Made Natasya Restu Dewi Pratiwi menyoroti perlunya kesiapan rencana mitigasi dampak penonaktifan kepesertaan PBI BPJS Kesehatan yang dilakukan melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada periode pemutakhiran berikutnya.

Meskipun bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial, implementasi kebijakan tanpa kesiapan sistem notifikasi berisiko memutus akses pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, terutama pasien kronis, katastropik, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Padahal, putusnya layanan kesehatan bertentangan dengan prinsip perlindungan hak akses kesehatan masyarakat secara berkelanjutan yang tertulis pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan,”

ujar Natasya dalam Kajian Kebijakan Tengah Tahun Policy Assessment 2026 Bidang Sosial bertajuk “Dinamika Penonaktifan Kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan Tahun 2026 dan Implikasinya” yang diterbitkan The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII).

Menurut Natasya, sistem pemutakhiran data kepesertaan PBI BPJS Kesehatan masih memiliki keterbatasan dalam menangkap kerentanan multidimensi masyarakat.

Menkes: 1.824 Orang Kaya Masih Tercatat Penerima PBI BPJS, Kuota Warga Miskin Tersingkir

Penilaian kesejahteraan sosial-ekonomi masih berfokus pada kepemilikan aset dan desil ekonomi, sementara beban pengeluaran kesehatan rumah tangga serta kondisi penyakit kronis belum sepenuhnya menjadi pertimbangan dalam proses pemutakhiran data,”

tambahnya.

Proses Penonaktifan Kepesertaan

Ia menegaskan, persoalan utama kebijakan ini tidak semata-mata terletak pada akurasi data penerima manfaat, tetapi pada kesiapan verifikasi data, mekanisme transisi, dan perlindungan kelompok rentan sebelum penonaktifan dilakukan.

Persoalan utama kebijakan ini tidak semata-mata terletak pada akurasi data penerima manfaat, tetapi pada kesiapan tata kelola yang mengiringi proses penonaktifan kepesertaan, seperti kesiapan verifikasi data, mekanisme transisi, dan perlindungan kelompok rentan sebelum proses penonaktifan. Ketika peserta rentan kehilangan kepesertaan tanpa mekanisme perlindungan yang memadai, akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang paling membutuhkan dapat terputus,”

ujar Natasya.

Ia juga menyoroti keterlambatan notifikasi status kepesertaan yang baru diketahui pasien saat datang ke fasilitas kesehatan.

Terlambatnya notifikasi status penonaktifan kepesertaan, yang baru diterima pasien saat datang ke fasilitas kesehatan, berpotensi mengganggu keberlanjutan pengobatan, meningkatkan beban finansial rumah tangga, menimbulkan tekanan psikologis bagi pasien dan keluarga, serta menambah beban administratif bagi fasilitas kesehatan melalui adanya pending claim dan dispute claim saat melakukan pelayanan bagi pasien nonaktif,”

terang Natasya.

Selain itu, Natasya menemukan koordinasi antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik, BPJS Kesehatan, dan pemerintah daerah belum optimal dalam proses verifikasi data sebelum penonaktifan.

Karena itu, ia merekomendasikan penguatan verifikasi data peserta nonaktif berbasis rumah tangga, memasukkan status penyakit kronis dan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga sebagai indikator pertimbangan, menyediakan masa transisi sebelum penonaktifan berlaku efektif, serta memperkuat sistem notifikasi melalui SMS, Mobile JKN, PANDAWA, kanal digital BPJS Kesehatan, dan RT/RW sebagai agen informasi.

Kepastian regulasi terkait pembiayaan fasilitas kesehatan selama masa transisi juga dinilai penting untuk mencegah pending claim maupun dispute claim.

Pemutakhiran data sosial-ekonomi tetap penting untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial. Namun, prosesnya harus dilakukan secara hati-hati, inklusif, dan memastikan kelompok rentan tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan,”

tutup Natasya.

Tag:BPJSHeadlineIuranKesehatanMasyarakatPenerima Bantuan Iuran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Comeback Gila Brasil! Jepang Dipukul KO Lewat Gol Telat Martinelli, Tiket 16 Besar Aman
By Hadi Febriansyah
Gabirel Martineli jadi pembeda Brasil lawan Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026 (Foto: Dok. FIFA)
1
VAR, Penalti, dan Air Mata! Jerman Tumbang Dramatis, Paraguay Melaju ke 16 Besar
By Hadi Febriansyah
Laga Jerman vs Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
2
Latsarmil Manajer Kopdes Sedot Rp30 Juta per Peserta, DPR: Negara Harusnya Bisa Hemat Triliunan
By Rika Pangesti
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
3
5 Potret Lamaran Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia, Tampil Serasi dengan Nuansa Adat Bugis Modern
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Lamaran Asnawi dan Yuriska
4
Mengenal Enrique Marquez, Jurnalis Legendaris yang Bikin Pelatih Argentina Bocorkan Rahasia Messi
By Hadi Febriansyah
Enrique Macaya Marquez, jurnalis legendaris Argentina yang kini berusia 91 tahun.
5

BERITA LAINNYA

Parastoo Ahmadi
Hype

Viral Tampil Tanpa Hijab di YouTube, Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi Dihukum 74 Kali Cambuk

Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi dilaporkan dijatuhi hukuman 74 kali cambuk setelah tampil…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
15 jam lalu
Lamaran Asnawi dan Yuriska
Hype

5 Potret Lamaran Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia, Tampil Serasi dengan Nuansa Adat Bugis Modern

Pesepak bola Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, resmi melangkah ke jenjang yang lebih…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
15 jam lalu
Ilustrasi kamar Hotel. (Sumber: Mercure Bandung City Centre)
Hype

Hotel Indonesia Bangkit, Wisatawan Asing Rela Bayar Lebih Mahal demi Liburan di RI

Setelah mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut pada pertengahan tahun, industri perhotelan…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
15 jam lalu
Percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia
Hype

Bukan Lagi Soal Teknologi, Layanan Purna Jual Jadi Kunci Percepatan Kendaraan Listrik di Indonesia

Percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dinilai tidak lagi bergantung pada inovasi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up