Jabodetabek memiliki beragam moda transportasi berbasis rel yang memudahkan masyarakat dalam beraktivitas setiap hari.
Mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, hingga perjalanan antarkota, setiap jenis kereta memiliki fungsi, rute, dan karakteristik yang berbeda.
Namun, masih banyak orang yang menganggap semua kereta di Jabodetabek sama. Padahal, terdapat beberapa jenis layanan.
Agar tidak bingung saat memilih moda transportasi, melansir dari laman Portal Resmi Provinsi DKI Jakarta, simak penjelasan lima jenis kereta Jabodetabek beserta fungsi dan keunggulannya agar perjalanan lebih mudah.
KRL Commuter Line
KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line melayani berbagai rute di wilayah Jabodetabek, seperti lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tangerang, dan Tanjung Priok yang terhubung dengan pusat kota Jakarta.
Tarifnya terjangkau, yakni mulai Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama dan bertambah Rp1.000 untuk setiap 10 kilometer berikutnya.
Penumpang dapat melakukan pembayaran menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu uang elektronik dari berbagai bank, maupun melalui aplikasi C-Access dengan fitur QR Code di stasiun yang telah mendukung layanan tersebut. Jam operasional umumnya sekitar 04.00–24.00 WIB, tergantung rute dan stasiun keberangkatan.
MRT Jakarta
Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta adalah moda transportasi berbasis rel pertama di Indonesia yang memiliki jalur bawah tanah dan jalur layang. Kereta ini melayani rute Lebak Bulus – Bundaran HI yang menghubungkan kawasan Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat melalui 13 stasiun.
Uniknya, rangkaian kereta MRT diberi nama Ratangga, yang diambil dari kitab Sutasoma pada masa Kerajaan Majapahit. Tarif perjalanan berkisar Rp4.000–Rp14.000, tergantung jarak tempuh. Tiket dapat dibayar menggunakan kartu uang elektronik, kartu JakLingko, aplikasi MyMRTJ, maupun dompet digital. MRT Jakarta beroperasi setiap hari pukul 05.00 sampai 24.00 WIB.
LRT Jabodetabek
Light Rail Transit (LRT) Jabodebek merupakan moda transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga, seperti Bekasi dan Depok. Unitnya melayani tiga lintas utama, yaitu Dukuh Atas BNI–Harjamukti, Dukuh Atas BNI–Jatimulya, dan Cawang–Bekasi Timur. Kereta ini dilengkapi teknologi tanpa masinis (driverless) yang dikendalikan secara otomatis.
Tarif LRT Jabodebek mulai Rp5.000, dengan besaran tarif menyesuaikan jarak tempuh. LRT Jabodebek beroperasi setiap hari sekitar 05.00–23.00 WIB dan melayani 18 stasiun di Jakarta, Depok, dan Bekasi.
Kereta Bandara
Kereta Bandara khusus melayani masyarakat yang ingin menuju atau dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta tanpa terjebak kemacetan. Layanan ini terdapat fasilitas seperti bagasi khusus, pendingin ruangan, serta akses Wi-Fi di dalam kereta.
Kereta Bandara melayani rute Manggarai, BNI City, Duri, Batuceper, Bandara Soekarno-Hatta. Waktu tempuh dari pusat Jakarta ke bandara sekitar 45–55 menit, tergantung stasiun keberangkatan. Tarif Kereta Bandara mulai Rp35 ribu – Rp70 ribu, tergantung rute yang dipilih dan waktu beroperasinya setiap hari sekitar 05.00–22.30 WIB.
Kereta Cepat Whoosh
Adalah layanan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Whoosh mampu melaju hingga 350 km/jam, sehingga waktu tempuh Jakarta–Bandung hanya sekitar 30 hingga 45 menit.
Whoosh melayani rute Halim, Karawang, Padalarang, Tegalluar Summarecon. Tarifnya dipatok mulai sekitar Rp225 ribu, tergantung kelas layanan dan promo yang berlaku.
Kereta Cepat Whoosh beroperasi setiap hari sekitar 05.30–21.30 WIB, dengan jadwal keberangkatan yang tersedia sepanjang hari.
Dengan mengenali karakteristik masing-masing moda transportasi tersebut, masyarakat dapat memilih layanan yang paling sesuai sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman, efisien, dan bebas hambatan. Yang mana favort Anda?





















