Cabai menjadi salah satu bahan yang selalu ada dapur dan digunakan dalam mengolah berbagai masakan.
Sayangnya, cabai termasuk bahan pangan yang mudah layu, hingga membusuk jika disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Akibatnya, banyak orang terpaksa membuang cabai yang masih layak konsumsi.
Padahal, dengan teknik penyimpanan yang benar, cabai dapat tetap segar dan tahan lebih lama. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesegaran cabai sekaligus mengurangi pemborosan bahan makanan.
Penyebab Cabai Cepat Busuk
Melansir dari laman Javanica Agroscience Indonesia, cabai cepat busuk biasanya karena kekurangan kalsium yang membuat dinding sel buah menjadi lemah sehingga lebih mudah terserang hama dan penyakit.
Selain itu, infeksi jamur seperti antraknosa (Colletotrichum spp.) yang berkembang pada kondisi lembap juga dapat menyebabkan pembusukan, terutama pada buah yang sudah matang.
Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri Erwinia carotovora yang memicu pembusukan pada tangkai dan pangkal buah, serta serangan lalat buah yang meninggalkan lubang sehingga memudahkan bakteri dan jamur menginfeksi cabai.
Cara Menyimpan Cabai agar Tidak Cepat Busuk
Setelah mengetahui penyebabnya, berikut ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan agar cabai tidak cepat busuk.
1. Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Sebaiknya simpan cabai dalam kondisi kering. Mencuci cabai sebelum disimpan dapat meninggalkan sisa air pada permukaannya sehingga meningkatkan risiko pembusukan. Cuci cabai hanya saat akan digunakan.
2. Pisahkan Cabai yang Busuk
Sebelum menyimpan, periksa kondisi cabai dan pisahkan yang sudah lembek, memar, atau berjamur. Cabai yang rusak dapat mempercepat pembusukan pada cabai lain jika disimpan dalam satu wadah.
3. Gunakan Wadah dengan Ventilasi
Simpan cabai di dalam wadah yang memiliki sirkulasi udara atau wadah tertutup yang dilapisi tisu dapur. Tisu membantu menyerap kelembapan berlebih sehingga cabai dapat bertahan lebih lama.
4. Jaga Suhu Kulkas Tetap Ideal
Cabai sebaiknya disimpan pada suhu kulkas sekitar 1°C hingga 4°C. Suhu yang stabil dapat membantu memperlambat pertumbuhan jamur dan bakteri serta menjaga kesegaran cabai lebih lama.
5. Simpan di Kulkas Bagian Laci Sayur
Letakkan cabai di laci sayuran karena bagian ini memiliki tingkat kelembapan yang lebih sesuai untuk menyimpan bahan pangan segar. Penyimpanan di laci sayur dapat membantu menjaga tekstur dan kesegaran cabai lebih lama dibandingkan meletakkannya sembarangan di dalam kulkas.
6. Buang Tangkai Cabai
Sebelum disimpan, potong tangkai cabai secara hati-hati tanpa melukai daging buahnya. Tangkai yang mulai mengering atau membusuk dapat mempercepat penurunan kualitas cabai selama penyimpanan.
7. Gunakan Alas Tisu
Lapisi dasar wadah dengan tisu dapur kering, lalu letakkan cabai di atasnya. Jika jumlah cabai cukup banyak, tambahkan tisu di sela-sela atau di bagian atas sebelum wadah ditutup. Tisu membantu menyerap kelembapan sehingga cabai tidak mudah lembek dan berjamur.
Menyimpan cabai dengan cara yang tepat dapat membantu menjaga kesegarannya lebih lama sekaligus mengurangi risiko pembusukan.
Setelah mengetahui cara menyimpannya, cabai tetap segar saat akan digunakan, pemborosan dapat diminimalkan, dan kebutuhan dapur pun menjadi lebih hemat.






















