Hadis tentang kebersihan penting diamalkan karena mengajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat ibadah, hingga lingkungan sekitar.
- 1. Kebersihan adalah Bagian dari Iman
- 2. Islam Dibangun Atas Kebersihan
- 3. Pahala Besar dalam Menjaga Kebersihan
- 4. Allah SWT Menyukai Tempat yang Suci
- 5. Tidak Diterima Salatnya Seorang Hamba Kecuali telah Suci
- Contoh Menerapkan Hadis Kebersihan
- 1. Menjaga Kebersihan diri
- 2. Menjaga Kebersihan Pakaian dan Rumah
- 3. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Banyak umat Muslim mencari hadis tentang kebersihan sebagai pedoman dalam menerapkan pola hidup bersih dan suci dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam Islam, kebersihan adalah aspek sangat mendasar yang dicerminkan melalui konsep thaharah atau bersuci. Kedudukannya sangat tinggi hingga Rasulullah SAW bersabda bahwa “Kesucian adalah separuh dari iman”.
Lantas, apa saja hadis tentang kebersihan yang dapat dijadikan pedoman? Berikut kumpulan hadis tentang kebersihan beserta artinya seperti dilansir dari berbagai sumber, Selasa, 14 Juli 2026.
Berikut adalah hadis tentang kebersihan yang wajib diketahui umat Islam berserta artinya:
1. Kebersihan adalah Bagian dari Iman
Hadis ini diambil dari sebuah kitab susunan Imam Al-Ghazali, yaitu Kitab Ihya’ Ulumuddin. Rasulullah saw bersabda:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
“At-tuhuru shatru al-iimani.”
Artinya: “Kesucian adalah setengah dari iman.” (HR Muslim).
2. Islam Dibangun Atas Kebersihan
تَنَظَّفُوْا بِكُلِّ مَا اِسْتَطَعْتُمْ فَاِنَ اللهَ تَعَالَي بَنَي الاِسْلاَمَ عَلَي النَظَافَةِ وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلاَ كُلُّ نَظِيْفٍ
“Tanzahhafu bikulli ma istatha’tum fa inna Allaha ta’ala bani al-Islama ‘ala an-nazafati wa lan yadkhula al-jannata illa kullu nazifin.”
Artinya: “Bersihkanlah segala sesuatu semampu kamu. Sesungguhnya Allah Ta’ala membangun Islam ini di atas dasar kebersihan dan tidak akan masuk surga kecuali setiap yang bersih.” (HR. Ath-Thabrani).
Dalam sebuah riwayat lain, Aisyah Radhiallahu Anha menyebutkan bahwa, Rasulullah pernah bersabda yang artinya:
بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ
“Buniya ad-dinu ‘ala an-nazafah.”
“Artinya: Agama itu dibangun berasaskan kebersihan.” (HR. Muslim).
3. Pahala Besar dalam Menjaga Kebersihan
Dikutip dari Kitab Fiqih Thaharah karya Ibnu Abdullah, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT pasti menjanjikan surga bagi siapa saja yang membersihkan atau menyingkirkan dahan pohon yang ada di jalanan yang akan menganggu orang yang lewat di jalanan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
,مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيْقٍ فَقَالَ : وَاللَّهِ لَأُنَحِّيَنَّ هذَا عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ لَا يُؤْذِيْهُمْ، فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ
“Marra rajulun bighusni shajaratin ‘ala dhahri tariqin faqala: Wa-llahi la’unahhiyanna hadha ‘anil-muslimina la yu’dhiruhum, fa’udkhila al-jannata.”
Artinya: “Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalani jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin,” maka Allah pun memasukkannya ke surga.” (HR Muslim).
4. Allah SWT Menyukai Tempat yang Suci
Dalam hadist tentang kebersihan selanjutnya diriwayatkan sebuah hadist bahwa Allah SWT menyukai hal suci dan tempat yang bersih. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ
“Inna Allaha thayyibun yuhibbu at-thaayyiba, nazifun yuhibbu an-nazaafata, karimun yuhibbu al-karama, jawadun yuhibbu al-juuda, fanazzifu afniyatakum.”
Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).
5. Tidak Diterima Salatnya Seorang Hamba Kecuali telah Suci
Dalam hadist ini menerangkan bab fiqih tentang kebersihan adalah syarat sah shalat, yang dimaksud kebersihan ini adalah wudhu. Rasulullah Saw bersabda:
ابْنَ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
“Ibnu ‘Umar qala inni sami’tu rasulallah sallallahu ‘alayhi wasallama yaqulu: La tuqbalu salatun bighairi tuhurin wala sadaqatun min ghululin.”
Artinya: “Ibnu Umar berkata, Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari curian (harta ghanimah).” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah) [No. 224 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Contoh Menerapkan Hadis Kebersihan
Adapun beberapa contoh menerapkan hadits kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain.
1. Menjaga Kebersihan diri
Seorang muslim dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur, sikat gigi, hingga memotong kuku.
2. Menjaga Kebersihan Pakaian dan Rumah
Islam mengajak umatnya untuk memakai pakaian yang bersih dan rapi. Bahkan, Al-Qur’an dalam Surah Al-Muddatstsir ayat 4 memerintahkan: “Dan pakaianmu, maka bersihkanlah.” Hadis kebersihan sebagian dari iman menjadi penguat bahwa seorang muslim tidak layak menghadap Allah SWT dalam keadaan kotor atau tidak rapi.
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Kebersihan tidak hanya berlaku untuk diri sendiri, tetapi juga lingkungan sekitar. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian buang kotoran di jalan atau di tempat yang digunakan orang untuk berteduh.”























