Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Adhisty Zara Curhat, Peran di Rumah Singgah Terasa Sangat Relate dengan Kisah Hidupnya

Aktris Adhisty Zara mengungkapkan proses syuting film Rumah Singgah jadi salah satu pengalaman paling emosional dalam perjalanan kariernya.

Aktris Adhisty Zara mengaku menghadapi pengalaman emosional saat menjalani proses syuting film Rumah Singgah.
Aktris Adhisty Zara mengaku menghadapi pengalaman emosional saat menjalani proses syuting film Rumah Singgah. (Foto: Owrite/Hilwa Urwatul Wutsqa).

Aktris Adhisty Zara mengungkapkan proses syuting film Rumah Singgah jadi salah satu pengalaman paling emosional dalam perjalanan kariernya.

Saat memerankan karakter Karla, Zara harus menghadapi kenyataan bahwa sang kakek, Acil Bimbo, tengah berjuang melawan penyakit kanker hingga akhirnya meninggal dunia pada hari terakhir proses syuting.

Film Rumah Singgah sendiri mengangkat kisah perjuangan para penyintas kanker. Bagi Zara, cerita tersebut terasa sangat dekat dengan kehidupan pribadinya. Sebab, berlangsung bersamaan dengan kondisi kesehatan sang kakek.

Iklan

Ia mengaku menjalani proses produksi di Bandung dalam situasi batin yang tidak mudah. Ketika syuting dimulai, sang kakek harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Menurutnya, saat menjalankan syuting Rumah Singgah

Susah banget karena jadi kebetulan kita tuh kan syuting di Bandung. Terus ketika film ini mulai syuting, kakekku tuh almarhum masuk ICU,”

tutur Zara.

Di tengah padatnya jadwal syuting, Zara bersyukur sebelumnya sudah menghabiskan waktu bersama sang kakek setiap kali mendapat hari libur.

Pilihan EditorHilwa Urwatul Wutsqa

Trailer dan Poster Resmi Rumah Singgah Dirilis, Angkat Kisah Para Pejuang Kanker

Kesempatan itu menjadi momen yang sangat berarti baginya sebelum sang kakek berpulang.

Terus kebetulan kakekku juga meninggal ketika hari terakhir syuting gitu. Dan masya Allah kebetulan juga setiap hari libur tuh aku dapet waktu untuk spend time lebih banyak sama Kiyang di ICU saat itu gitu,”

lanjutnya.

Meski harus menghadapi kehilangan orang tercinta, Zara memilih tetap menyelesaikan proses produksi hingga tuntas. Ia mengaku pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga, baik sebagai seorang aktris maupun sebagai pribadi.

Menurutnya, memerankan Karla tidak hanya menuntut kemampuan akting, tetapi juga menguras emosi karena kondisi yang dialaminya di dunia nyata sangat selaras dengan cerita dalam film.

Zara mengatakan beberapa adegan, terutama adegan menangis, terasa jauh lebih berat karena perasaan yang muncul bukan sekadar hasil pendalaman karakter, melainkan berasal dari pengalaman yang benar-benar sedang ia alami.

Jadi, kalau untuk tanya perasaan selama syuting gimana. Itu mixed feelings karena kadang aku adegannya kan sangat relate dengan keadaan aku saat itu juga,”

kata Zara.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.