Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 19 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Tektok Gunung Kian Populer, Jangan Nekat Mencoba Sebelum Tahu Risiko dan Persiapannya
Hype

Tektok Gunung Kian Populer, Jangan Nekat Mencoba Sebelum Tahu Risiko dan Persiapannya

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
Last updated: Juli 19, 2026 12:40 pm
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
8 jam lalu
Share
Ilustrasi pendaki gunung.
Ilustrasi pendaki gunung. (Foto: Magnific).
SHARE

Pendakian gunung dengan sistem tektok semakin diminati para pencinta alam. Konsep ini memungkinkan pendaki berangkat dari basecamp, mencapai puncak, kemudian kembali turun ke titik awal pada hari yang sama tanpa bermalam di gunung.

Daftar isi Konten
  • Apa itu tektok?
  • Tips aman melakukan tektok
  • Jangan Abaikan Faktor Cuaca

Karena dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam atau one day trip, tektok jadi pilihan bagi pendaki yang memiliki waktu terbatas. Dengan konsep itu, pendaki bisa menikmati pengalaman mendaki tanpa membawa perlengkapan berkemah.

Meski terlihat lebih praktis, tektok tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima, manajemen waktu yang baik, serta perlengkapan keselamatan yang memadai.

Dengan seluruh perjalanan dilakukan dalam satu hari, maka risiko kelelahan tetap harus diantisipasi.

Baca juga:
Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Jadi Favorit Pendaki Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali ramai dikunjungi wisatawan terutama saat…
Amankah Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman? Ini Manfaat, Risiko, dan… Saat musim panas atau ketika suhu udara sedang tinggi, banyak orang mengandalkan…
Fakta Nutrisi Jeroan Sapi, Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh Jeroan sapi sering kali menjadi bahan makanan yang digemari karena rasanya yang…
  • Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Jadi Favorit Pendaki
  • Amankah Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman? Ini Manfaat, Risiko, dan Faktanya
  • Fakta Nutrisi Jeroan Sapi, Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh

Apa itu tektok?

Mengutip informasi yang dibagikan akun Instagram @mountainlocal.id, tektok merupakan aktivitas mendaki dari basecamp menuju puncak. Kemudian, langsung kembali ke basecamp pada hari yang sama.

Jalur yang dilalui sama dengan pendakian biasa. Bedanya, pendaki tak bermalam sehingga harus mampu mengatur kecepatan perjalanan agar dapat turun sebelum malam hari atau sesuai batas waktu yang ditetapkan pengelola kawasan pendakian.

Selain menguji daya tahan fisik, tektok juga menuntut kesiapan mental karena pendaki harus menyelesaikan seluruh rute dalam satu kali perjalanan.

Walaupun tidak menginap, pendaki tetap harus bawa perlengkapan dasar demi menunjang keselamatan selama berada di gunung. Perlengpan itu antara lain tas berkapasitas sekitar 15–30 liter; air minum minimal 2 liter; jaket atau pakaian hangat; headlamp beserta baterai cadangan.

Selain itu, perlu trekking pole (opsional), makanan tinggi energi seperti cokelat, energy bar, kacang-kacangan, atau roti; kotak P3K dan obat-obatan pribadi. Lalu, kantong sampah untuk membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian.

Tips aman melakukan tektok

Agar pendakian berlangsung aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Pendaki disarankan memulai perjalanan pada dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00. Dengan perjalanan itu agar memiliki waktu yang cukup untuk mencapai puncak dan kembali turun sebelum malam.

Selain itu, pastikan tubuh dalam kondisi sehat, sudah beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan cairan dan makanan selama perjalanan agar stamina tetap terjaga.

Pun, sebaiknya mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca dan jangan lupa membawa jaket hangat karena suhu di gunung dapat berubah drastis.

Headlamp juga harus dipastikan berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi perjalanan saat kondisi masih gelap. Headlamp juga penting jika waktu turun lebih lama dari perkiraan.

Sebelum mendaki sebaiknya pelajari jalur, lokasi pos pendakian, serta titik-titik penting agar perjalanan lebih aman.

Jangan Abaikan Faktor Cuaca

Selain kesiapan fisik dan perlengkapan, pendaki juga dianjurkan memeriksa prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan. Pendakian sebaiknya ditunda bila ada perkira cuaca hujan lebat, angin kencang, atau cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pendaki juga disarankan tidak melakukan tektok seorang diri. Mendaki bersama teman akan memudahkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

Tak kalah penting, beri tahu keluarga atau kerabat mengenai rencana pendakian. Selain itu, estimasi waktu kembali sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Apabila tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kondisi cuaca memburuk, sebaiknya segera beristirahat atau turun kembali. Memaksakan diri untuk mencapai puncak justru dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalur pendakian.

Tag:GunungPendakirisikoTektok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Drama Kasus Eks Jampidsus Febrie Cermin Mandulnya Fungsi Pengawasan DPR
By Hardani Triyoga
Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.
1
Messi Disalip Mbappe, Perebutan Raja Gol Piala Dunia Memanas Jelang Final
By Hardani Triyoga
Kylian Mbappe pepet Lionel Messi dalam perebutan top skor sepanjang masa Piala Dunia
2
Inggris Bangkit dari Luka Semifinal, Kalahkan Prancis 6-4 demi Peringkat Tiga Piala Dunia
By Hardani Triyoga
Pemain Timnas Inggris Bukayo Saka selebrasi usai cetak gol ke gawang Timnas Prancis.
3
Bikin Kaget! Prabowo Sebut Banyak Menteri Ambruk Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
By Natania Longdong
Presiden RI Prabowo Subianto
4
Final Impian: Argentina Hadapi Spanyol, Rekor Bersejarah Dipertaruhkan di MetLife
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Ilustrasi Lamine Yamal vs Lionel Messi
5

BERITA LAINNYA

Aktris Adhisty Zara mengaku menghadapi pengalaman emosional saat menjalani proses syuting film Rumah Singgah.
Hype

Adhisty Zara Curhat, Peran di Rumah Singgah Terasa Sangat Relate dengan Kisah Hidupnya

Aktris Adhisty Zara mengungkapkan proses syuting film Rumah Singgah jadi salah satu…

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Film Rumah Singgah resmi meluncurkan official poster dan official trailer pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: Owrite/Hilwa Urwatul Wutsqa).
Hype

Trailer dan Poster Resmi Rumah Singgah Dirilis, Angkat Kisah Para Pejuang Kanker

Film Rumah Singgah resmi meluncurkan official poster dan official trailer. Ada banyak…

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hardani Triyoga
10 jam lalu
Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah
Hype

Gunung Slamet dan Mitos Pesugihan, Benarkah Menjadi Tempat Mencari Kekayaan Gaib?

Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Menimbang berat badan. (Sumber: Unsplash/ i yunmai)
Hype

Jangan Asal Ikut Tren! Ini Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Menjalani Intermittent Fasting

Keinginan untuk memiliki berat badan ideal membuat semakin banyak orang mencoba berbagai…

Ossid Duha Jussas Salmadusep-malik
By
Ossid Duha Jussas Salma
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up