Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 4 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Tektok Gunung Kian Populer, Jangan Nekat Mencoba Sebelum Tahu Risiko dan Persiapannya
Hype

Tektok Gunung Kian Populer, Jangan Nekat Mencoba Sebelum Tahu Risiko dan Persiapannya

Hilwa UrwatulHardani Triyoga
Last updated: Juli 19, 2026 12:40 pm
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi pendaki gunung.
Ilustrasi pendaki gunung. (Foto: Magnific).
SHARE

Pendakian gunung dengan sistem tektok semakin diminati para pencinta alam. Konsep ini memungkinkan pendaki berangkat dari basecamp, mencapai puncak, kemudian kembali turun ke titik awal pada hari yang sama tanpa bermalam di gunung.

Daftar isi Konten
  • Apa itu tektok?
  • Tips aman melakukan tektok
  • Jangan Abaikan Faktor Cuaca

Karena dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam atau one day trip, tektok jadi pilihan bagi pendaki yang memiliki waktu terbatas. Dengan konsep itu, pendaki bisa menikmati pengalaman mendaki tanpa membawa perlengkapan berkemah.

Meski terlihat lebih praktis, tektok tetap membutuhkan kondisi fisik yang prima, manajemen waktu yang baik, serta perlengkapan keselamatan yang memadai.

Dengan seluruh perjalanan dilakukan dalam satu hari, maka risiko kelelahan tetap harus diantisipasi.

Baca juga:
Bukan Sekadar Cek Kerusakan, BMKG Petakan Kondisi Tanah NTT Usai… Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),…
Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Jadi Favorit Pendaki Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali ramai dikunjungi wisatawan terutama saat…
Amankah Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman? Ini Manfaat, Risiko, dan… Saat musim panas atau ketika suhu udara sedang tinggi, banyak orang mengandalkan…
  • Bukan Sekadar Cek Kerusakan, BMKG Petakan Kondisi Tanah NTT Usai Gempa 7,7
  • Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Jadi Favorit Pendaki
  • Amankah Tidur Pakai Kipas Angin Semalaman? Ini Manfaat, Risiko, dan Faktanya

Apa itu tektok?

Mengutip informasi yang dibagikan akun Instagram @mountainlocal.id, tektok merupakan aktivitas mendaki dari basecamp menuju puncak. Kemudian, langsung kembali ke basecamp pada hari yang sama.

Jalur yang dilalui sama dengan pendakian biasa. Bedanya, pendaki tak bermalam sehingga harus mampu mengatur kecepatan perjalanan agar dapat turun sebelum malam hari atau sesuai batas waktu yang ditetapkan pengelola kawasan pendakian.

Selain menguji daya tahan fisik, tektok juga menuntut kesiapan mental karena pendaki harus menyelesaikan seluruh rute dalam satu kali perjalanan.

Walaupun tidak menginap, pendaki tetap harus bawa perlengkapan dasar demi menunjang keselamatan selama berada di gunung. Perlengpan itu antara lain tas berkapasitas sekitar 15–30 liter; air minum minimal 2 liter; jaket atau pakaian hangat; headlamp beserta baterai cadangan.

Selain itu, perlu trekking pole (opsional), makanan tinggi energi seperti cokelat, energy bar, kacang-kacangan, atau roti; kotak P3K dan obat-obatan pribadi. Lalu, kantong sampah untuk membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian.

Tips aman melakukan tektok

Agar pendakian berlangsung aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Pendaki disarankan memulai perjalanan pada dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00. Dengan perjalanan itu agar memiliki waktu yang cukup untuk mencapai puncak dan kembali turun sebelum malam.

Selain itu, pastikan tubuh dalam kondisi sehat, sudah beristirahat cukup, serta memenuhi kebutuhan cairan dan makanan selama perjalanan agar stamina tetap terjaga.

Pun, sebaiknya mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca dan jangan lupa membawa jaket hangat karena suhu di gunung dapat berubah drastis.

Headlamp juga harus dipastikan berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi perjalanan saat kondisi masih gelap. Headlamp juga penting jika waktu turun lebih lama dari perkiraan.

Sebelum mendaki sebaiknya pelajari jalur, lokasi pos pendakian, serta titik-titik penting agar perjalanan lebih aman.

Jangan Abaikan Faktor Cuaca

Selain kesiapan fisik dan perlengkapan, pendaki juga dianjurkan memeriksa prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan. Pendakian sebaiknya ditunda bila ada perkira cuaca hujan lebat, angin kencang, atau cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pendaki juga disarankan tidak melakukan tektok seorang diri. Mendaki bersama teman akan memudahkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

Tak kalah penting, beri tahu keluarga atau kerabat mengenai rencana pendakian. Selain itu, estimasi waktu kembali sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Apabila tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kondisi cuaca memburuk, sebaiknya segera beristirahat atau turun kembali. Memaksakan diri untuk mencapai puncak justru dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan di jalur pendakian.

Tag:GunungPendakirisikoTektok
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Julukan Prabowo ‘Asbun’ hingga Gibran ‘Kosong’ Muncul, Ada Pesan Serius di Balik Satire Netizen
By Rika Pangesti
Ilustrasi kamus ala warga Threads.
1
Jangan Sampai Terbalik, Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi memakai skincare
2
Dua Relawan Karhutla Kalteng Gugur Usai Lawan Api, Pengorbanannya di Garis Depan Bikin Netizen Terharu
By Ani Ratnasari
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
3
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran Saatnya Penyegaran, Kapolri dan Jaksa Agung Didesak Diganti
By Rahmat Tunny
Jaksa Agung ST Burhanudin bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung.
4
40.759 Orang Diduga Keracunan MBG, JPPI: Ganti Kepala BGN Tak Selesaikan Masalah
By Natania Longdong
Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi regulasi hukuman mati pembakar hutan.
Hype

Aljazair Siapkan Hukuman Mati Pembakar Hutan, Bagaimana Indonesia?

Aljazair mengambil langkah tegas dalam menangani kasus pembakaran hutan. Presiden Abdelmadjid Tebboune…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
4 jam lalu
Petani menanam bibit padi di area persawahan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).
Hype

Kementan Dapat Rp28 Triliun untuk 2027, Padi hingga Tebu Jadi Prioritas

Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
5 jam lalu
Sherina Munaf
Hype

Sherina Terjun ke Tengah Karhutla Kalimantan, Soroti Nasib Warga dan Orangutan

Nama penyanyi Sherina Munaf menjadi perhatian usai membagikan pengalamannya mendatangi langsung wilayah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Relawan berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Sumber: Antara Foto/Auliya Rahman/tom)
Hype

Warga Sumsel Ditawari Rp150 Ribu Sehari Jadi Satgas Karhutla, Netizen: Nunggu Loker Kupas Bawang

Warga Sumatera Selatan (Sumsel) berkesempatan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up