Jika diperhatikan, telinga sejumlah idol Korea terkadang terlihat dihiasi titik-titik kecil yang menyerupai tindik atau aksesori.
Namun, benda tersebut ternyata bukan sekadar pelengkap penampilan. Titik-titik kecil itu dikenal sebagai ear seeds, salah satu metode terapi alternatif.
Benda kecil yang ditempel pada telinga tersebut sebenarnya berkaitan dengan auriculotherapy, metode terapi yang memberikan stimulasi pada titik-titik tertentu di telinga.
Lantas, apa sebenarnya ear seeds, bagaimana cara penggunaannya, dan benarkah metode ini memiliki manfaat bagi tubuh?
Mengenal Ear Seed
Melansir laman Cleveland Clinic (21 Agustus 2026), ear seed merupakan bagian dari metode acupressure atau akupresur yang dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik-titik tertentu di telinga.
Berbeda dengan akupunktur yang menggunakan jarum, metode ini tidak melibatkan jarum.
Bentuknya berupa perekat kecil menyerupai stiker dengan ukuran sekitar 5–7 mm. Di dalamnya terdapat biji tanaman Vaccaria yang sudah matang atau butiran logam kecil, seperti emas dan stainless steel.
Ear seed kemudian ditempelkan pada titik tertentu di telinga pasien oleh praktisi akupunktur.
Cara Kerja Ear Seed
Ear seed merupakan bagian dari auriculotherapy, metode terapi yang berakar dari pengobatan tradisional Tiongkok.
Praktik ini menggunakan titik-titik akupresur pada telinga dengan tujuan memberikan stimulasi yang dipercaya berkaitan dengan bagian tubuh tertentu.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, tubuh dipercaya memiliki energi yang disebut qi yang mengalir melalui jalur bernama meridian. Ketika aliran tersebut mengalami gangguan, berbagai masalah kesehatan dipercaya dapat muncul.
Jaringan Saraf Telinga
Praktisi auriculotherapy meyakini kondisi tubuh dapat tercermin melalui telinga. Beberapa titik pada telinga bahkan dipercaya dapat mengalami perubahan warna, terasa lebih sensitif, atau berubah ukuran dan bentuk ketika terdapat masalah tertentu pada tubuh.
Secara anatomi, telinga juga memiliki jaringan saraf yang cukup banyak, termasuk cabang saraf vagus. Karena itu, stimulasi pada titik tertentu di telinga diduga dapat memengaruhi aktivitas sistem saraf.
Manfaat Ear Seed
Ear seeding termasuk pengobatan komplementer atau pelengkap. Artinya, metode ini sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan pengobatan medis yang sudah terbukti.
Sejumlah penelitian mengenai akupresur aurikular menunjukkan potensi manfaat dalam membantu mengelola stres, meredakan nyeri, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung kesejahteraan emosional.
Karena itu, ear seed belum dapat dianggap sebagai metode yang terbukti mampu mencegah atau menyembuhkan penyakit.
Penggunaannya lebih tepat dipandang sebagai pelengkap perawatan, bukan pengganti pola hidup sehat maupun pemeriksaan dan pengobatan medis.
Jangan Gunakan Sendiri
Jika ingin mencoba ear seed, pengguna sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan praktisi akupunktur atau tenaga kesehatan.
Penempatan ear seed tidak dilakukan secara sembarangan karena titik yang dipilih disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.
Setelah ditempelkan, ear seed dapat dipijat secara lembut dengan gerakan melingkar sekitar tiga hingga lima kali sehari. Tekanan tidak perlu terlalu kuat, cukup sampai terasa adanya stimulasi pada area tersebut.
Ear seed juga sebaiknya dilepas setelah sekitar tiga hingga lima hari. Perekat yang terlalu lama menempel dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit. Apakah kira-kira kamu mau mencobanya?





















