Pernah melihat seseorang melakukan gerakan akrobatik sambil berputar atau bergelantungan di sebuah tiang? Aktivitas tersebut dikenal sebagai pole dance.
Meski sering dikaitkan dengan pertunjukan tari, pole dance juga berkembang sebagai salah satu bentuk olahraga.
Gerakan dalam pole dance memadukan unsur tari, senam, dan latihan kekuatan dengan memanfaatkan tiang vertikal sebagai alat utama.
Selain membutuhkan kelenturan, olahraga ini juga mengandalkan kekuatan otot, keseimbangan, serta kemampuan mengontrol tubuh.
Jadi, jenis olahraga seperti apa pole dance itu? Dilansir dari laman Hello Sehat (29 Oktober 2021), mari simak cara dan manfaatnya.
Apa Itu Pole Dance?
Pole dance merupakan aktivitas fisik yang menggabungkan gerakan tari dan senam menggunakan tiang. Gerakannya dapat berupa berputar mengelilingi tiang, memanjat, mengangkat tubuh, hingga melakukan gerakan dengan posisi tubuh terbalik.
Saat melakukan gerakan tersebut, seseorang perlu menggunakan berat badannya sendiri untuk bertumpu dan mempertahankan posisi.
Karena itu, pole dance dapat menjadi latihan yang cukup intensif, terutama bagi otot lengan, bahu, perut, punggung, dan kaki.
Gaya Pole Dance
Pole dance juga memiliki beberapa gaya. Pole fitness lebih berfokus pada kekuatan dan kebugaran tubuh, sedangkan artistic pole memadukan teknik dengan koreografi dan unsur seni.
Sementara itu, exotic pole lebih menonjolkan ekspresi, gerakan tari, dan sensualitas.
Manfaat untuk Tubuh
Gerakan pole dance membuat berbagai bagian tubuh bekerja secara bersamaan. Jika dilakukan secara rutin dan dengan teknik yang tepat, aktivitas ini dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kebugaran.
- Melatih kekuatan otot. Kemampuan utama yang dibutuhkan saat pole dance adalah kekuatan menopang berat badan. Ketika memanjat, berputar, atau menahan tubuh di tiang, otot lengan, bahu, punggung, perut, dan kaki ikut bekerja.
- Meningkatkan kelenturan dan keseimbangan. Beberapa gerakan pole dance membutuhkan tubuh untuk melakukan peregangan dan mempertahankan posisi tertentu. Latihan yang dilakukan secara bertahap dapat membantu meningkatkan kelenturan tubuh.
- Meningkatkan stamina. Dalam satu sesi latihan, seseorang biasanya melakukan berbagai gerakan secara berulang sehingga membutuhkan tenaga dan daya tahan. Gerakan yang dinamis juga membuat detak jantung meningkat sehingga dapat mendukung kebugaran jantung dan paru-paru.
- Membantu membakar kalori. Karena melibatkan banyak gerakan aktif, pole dance dapat membantu membakar kalori. Jumlah energi yang digunakan berbeda-beda, tergantung durasi latihan, jenis gerakan, dan intensitasnya.
- Melatih koordinasi tubuh. Dalam pole dance, tangan, kaki, dan otot inti perlu bekerja secara bersamaan. Seseorang harus mengatur kapan harus berpegangan, memutar tubuh, menggerakkan kaki, sekaligus mempertahankan keseimbangan.
Jaga Kesehatan Mental
Tidak hanya melatih fisik, pole dance juga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan. Saat berlatih, seseorang perlu berkonsentrasi pada gerakan, musik, dan posisi tubuh sehingga perhatian dapat teralihkan sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Berhasil menguasai gerakan yang sebelumnya terasa sulit juga dapat memberikan rasa pencapaian. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.
Teknik yang Tepat
Meski memiliki berbagai manfaat, pole dance tetap membutuhkan teknik yang benar. Gerakan seperti memanjat, berputar, atau menggantungkan tubuh dapat memberikan tekanan pada otot dan sendi jika dilakukan tanpa persiapan.
Pemula sebaiknya memulai dari gerakan dasar dengan instruktur yang berpengalaman. Pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya juga penting untuk membantu tubuh mempersiapkan diri dan mengurangi risiko cedera.
Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, pole dance dapat menjadi pilihan olahraga yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membantu melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan kebugaran tubuh.





















