Pemerintah Jepang akan memberikan subsidi hingga 60 miliar yen atau sekitar US$380 juta kepada Sony Group Corporation untuk mendukung pembangunan pabrik sensor gambar di Prefektur Kumamoto, Jepang barat.
Dilansir dari Reuters, Menteri Perindustrian Ryosei Akazawa mengatakan, subsidi tersebut bertujuan menjamin pasokan sensor gambar yang stabil di tengah meningkatnya kebutuhan global, khususnya untuk teknologi kendaraan otonom dan kecerdasan buatan (AI).
Sangat diperlukan untuk mengemudi otonom dan AI fisik. Kami berharap pasokan yang stabil dapat terjamin,”
ujar Akazawa, pada konferensi pers pada Jumat 17 April 2026.
Pabrik tersebut akan dioperasikan oleh Sony Semiconductor Manufacturing Corporation yang saat ini tengah membangun fasilitas produksi baru di Kumamoto.
Pemerintah Jepang disebut akan menanggung hingga sepertiga dari total investasi proyek yang mencapai sekitar 180 miliar yen untuk peralatan produksi dan fasilitas lainnya di pabrik baru tersebut.
Sensor gambar merupakan komponen penting yang berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal listrik untuk menghasilkan gambar digital.
Teknologi ini banyak digunakan pada smartphone, kamera, hingga sistem kendaraan otonom, dengan permintaan yang terus meningkat seiring perkembangan AI.
Perdana Menteri Sanae Takaichi tengah mendorong peningkatan investasi di sektor strategis guna memperkuat keamanan ekonomi nasional.
Kebijakan subsidi ini juga didasarkan pada undang-undang peningkatan keamanan ekonomi Jepang.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Jepang untuk memperkuat industri semikonduktor domestik.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan miliaran dolar untuk sektor chip, termasuk dukungan terhadap proyek manufaktur milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company di Kumamoto.
Sony sebagai produsen sensor gambar terbesar di dunia, khususnya untuk kamera smartphone. Namun, perusahaan tersebut menghadapi persaingan dari Samsung Electronics dan OmniVision yang terus memperluas kapasitas produksi dan inovasi teknologi.
Dengan adanya subsidi ini, pemerintah Jepang berharap dapat memperkuat rantai pasok semikonduktor nasional sekaligus menjaga posisi industri teknologi Jepang di tengah persaingan global.




