Armada Global Sumud Flotilla mencegat sebuah kapal kargo yang diduga membawa bahan baku untuk industri senjata Israel, pada Selasa, 20 April 2026.
Organisasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah itu telah berlayar dari Catalonia menuju pantai Palestina. Puluhan kapal dan ratusan peserta dari 70 negara, termasuk banyak tenaga medis, pengacara, dan insinyur, berada di dalam kapal Armada Global Sumud Flotilla.
Menurut laporan Al Jazeera, dikutip Rabu, 22 April 2026, Armada Global Sumud berhasil mengalihkan kapal kargo tersebut. Ini adalah pertama kalinya armada sipil secara langsung turun tangan untuk mengganggu transportasi maritim peralatan yang terkait dengan operasi militer suatu negara.
Secara khusus, MSC Maya, sebuah kapal kontainer milik perusahaan pelayaran multinasional MSC, Mediterranean Shipping Company, yang diperkirakan berukuran hampir 400 meter dan berbendera Panama, terpaksa mengubah haluan.
Kapal tersebut sedang menuju pelabuhan Israel di Ashdod dan Haifa. Citra radar maritim menunjukkan MSC Maya dikelilingi oleh kapal-kapal lain, yang memaksanya menyimpang dari lintasannya,”
bunyi laporan itu, dikutip dari Freedom News.
Pernyataan tersebut pun menyoroti peran MSC sebagai pusat logistik utama bagi militer Israel. Meskipun perusahaan tersebut menampilkan citra netralitas komersial, hasil investigasi dan pandangan pengamat tenaga kerja mengungkap bahwa kapal tersebut mengangkut sistematis baja paduan berkualitas tinggi yang digunakan dalam pembuatan artileri berat milik Israel.
Pernyataan tersebut juga merujuk pada investigasi yang diterbitkan oleh Al Jazeera dan Gerakan Pemuda Palestina, berdasarkan dokumen komersial yang diperoleh melalui basis data impor AS.
Terungkap pada Februari lalu, perusahaan pelayaran tersebut secara teratur mengangkut barang dari perusahaan-perusahaan yang berlokasi di pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
Antara 1 Januari dan 22 November 2025, MSC diduga memfasilitasi setidaknya 957 pengiriman barang dari pos-pos terdepan Israel ke Amerika Serikat. Dari pengiriman tersebut, 529 transit melalui pelabuhan-pelabuhan Eropa, termasuk 390 di Spanyol, 115 di Portugal, 22 di Belanda, dan dua di Belgia,”
kata Al Jazeera.
Media Off Investigation juga menjelaskan bahwa baja yang ditujukan untuk produksi amunisi di Israel dalam jumlah besar yang berada di kargo MSC.
Sebagai informasi, Laut Mediterania adalah kuburan bagi para pengungsi dan zona tanpa hukum tempat para kapitalis memperdagangkan senjata yang digunakan dalam genosida, sementara bantuan kemanusiaan diblokir dan tentara Israel secara ilegal menyerang armada yang menuju Gaza.



