Aksi penembakan mengguncang acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington DC. Seorang agen Secret Service dilaporkan tertembak dari jarak dekat, namun selamat berkat rompi anti peluru yang dikenakannya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan peluru ditembakkan dari jarak sangat dekat menggunakan senjata berkekuatan tinggi.
Dia ditembak dari jarak sangat dekat, tapi rompinya bekerja dengan baik,”
kata Trump seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 26 April 2026.
Trump kemudian mengaku telah berbicara langsung dengan agen tersebut yang kini dalam kondisi stabil dan bersemangat.
Pelaku Diringkus dan Lone Wolf
Trump memastikan pelaku penembakan telah dilumpuhkan dan berada dalam kendali aparat. Ia menyebut pelaku sebagai “orang yang sangat sakit” dan diduga berasal dari California.
Saat ditanya apakah dirinya menjadi target serangan, Trump hanya menjawab singkat, “Sepertinya begitu.”
Menurut aparat, pelaku diduga bertindak sendiri (lone wolf) dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan konflik geopolitik, termasuk perang dengan Iran.

Terobos Pengamanan dengan Senjata Lengkap
Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 20.36 waktu setempat di Hotel Washington Hilton dimana lokasi berlangsungnya acara.
Seorang pria bersenjata menerobos pos pemeriksaan Secret Service di lobi hotel sebelum akhirnya dihentikan aparat.
Kepala Kepolisian Washington DC, Jeffrey Carroll, mengungkapkan pelaku membawa senjata lengkap, termasuk shotgun, pistol, dan beberapa pisau.
Terjadi baku tembak. Seorang agen terkena tembakan di bagian rompi dan segera dilarikan ke rumah sakit,”
ujarnya.

FBI Investigasi, Ancaman Dinilai Terbatas
Sementara itu, FBI langsung mengambil alih penyelidikan dengan memeriksa barang bukti, termasuk senjata dan selongsong peluru di lokasi kejadian.
Jaksa Agung menyatakan bahwa pelaku akan segera didakwa dengan berbagai tuduhan, mulai dari penembakan hingga kepemilikan senjata ilegal.
Meski pelaku tidak tertembak dalam insiden tersebut, ia tetap dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa saat ini tidak ada indikasi ancaman lanjutan terhadap publik. Namun, investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

