Upaya untuk mengakhiri konflik antara Iran dan AS menemui jalan buntu pada Selasa, 28 April 2026, setelah Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru dari Teheran.
Tawaran terbaru Iran untuk menyelesaikan perang yang telah berlangsung selama dua bulan ini akan menunda pembahasan program nuklirnya hingga konflik berakhir dan sengketa perkapalan terselesaikan.
Namun Trump ingin isu-isu nuklir ditangani sejak awal,”
kata seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan para penasihatnya, pada Senin, 27 April 2026.
Dalam unggahan di Truth Social pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa Iran mengalami kemerosotan akibat blokade di Selat Hormuz.
Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam keadaan ‘runtuh’. Mereka ingin kami membuka (blokade) Selat Hormuz sesegera mungkin, karena mereka mencoba untuk menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka,”
tulis Trump.
Teheran Tak Menanggapi
Melansir dari Channel News Asia, Rabu, 29 April 2026, dari unggahannya, tidak jelas bagaimana Iran menyampaikan pesan tersebut dan tidak ada tanggapan langsung dari Teheran terhadap komentar terbaru Trump.
Sebelumnya, seorang juru bicara militer Iran juga mengatakan kepada media pemerintah bahwa Republik Islam tidak menganggap perang telah berakhir.
Iran juga sebagian besar telah memblokir semua pengiriman selain pengirimannya sendiri dari Teluk melalui Selat Hormuz, sebuah titik penting bagi pasokan energi global, sejak perang dimulai pada 28 Februari. Bulan ini, AS pun mulai memblokade kapal-kapal Iran .
Pejabat AS pun memberi bocoran bahwa Trump telah menginstruksikan para ajudannya untuk bersiap menghadapi blokade berkepanjangan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

