Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Minggu, 3 Mei 2026, bahwa pihaknya tengah melakukan diskusi yang sangat positif dengan Iran, termasuk rencana pasukan AS untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz.
Trump mengatakan operasi maritim baru ini, yang ia sebut “Proyek Kebebasan” adalah isyarat kemanusiaan bagi awak kapal yang terjebak dalam blokade dan mungkin kekurangan makanan dan persediaan penting lainnya.
Kami akan melakukan upaya terbaik untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat dari Selat Hormuz. Dalam semua kasus, mereka mengatakan tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi,”
kata Trump, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 4 Mei 2026.
Pasar Merespons, Harga Minyak Turun
Diketahui, setelah pengumuman tersebut, harga minyak dunia turun lebih dari US$1 per barel. Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$106,34 pada pukul 22.03 GMT, dan minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di kisaran US$100,22 per barel.
Meski demikian, seorang pejabat senior Iran memperingatkan adanya upaya AS untuk ikut campur di Selat Hormuz.
Campur tangan Amerika apa pun dalam rezim maritim baru Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata,”
ujar Ebrahim Azizi, kepala komisi keamanan nasional di parlemen Iran.
Sebagai informasi, Amerika dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dan menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam tersebut. Teheran pun membalas dengan serangan terhadap pangkalan militer AS dan target Israel di wilayah itu.
Gencatan senjata yang terjadi mulai berlaku pada 8 April, dan satu putaran pembicaraan perdamaian langsung di Islamabad sejak saat itu, namun kedua negara menemui jalan buntu.

Operasi Militer Skala Besar Disiapkan
Trump pun mengklaim bahwa negara-negara dari seluruh dunia telah meminta bantuan Amerika untuk menavigasi jalur air utama dan keluar dari Teluk.
Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang terbatas ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,”
jelas Trump.
Trump pun hanya memberikan sedikit detail tentang bagaimana misi tersebut akan berjalan. Tetapi operasi untuk memandu kapal keluar dari selat yang sempit dapat menempatkan anggota militer AS dalam posisi yang sangat dekat dengan pasukan Iran.
Komando Pusat AS juga mengkonfirmasi bahwa mulai hari ini, pasukannya akan mendukung Proyek Freedom dengan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tak berawak multi-domain, dan 15.000 anggota militer.
Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,”
imbuh Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM.





