Pendakwah Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina memperingatkan tentang bahaya rancangan undang-undang Israel yang akan melegalkan pelarangan seruan azan.
Masalah azan kembali mencuat setelah beberapa kali upaya untuk melarangnya atau mengurangi volumenya gagal,”
kata Sheikh Ekrima Sabri dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Ajansi, Rabu, 3 Juni 2026.
Dia mengatakan bahwa Komite Menteri untuk Legislasi di Knesset Israel baru-baru ini mengajukan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk membatasi seruan salat Muslim di Yerusalem Timur dan di kota-kota Arab di dalam Israel.
Pada Minggu, 31 Mei 2026, komite tersebut menyetujui rancangan undang-undang mengenai seruan azan yang diajukan oleh partai sayap kanan Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) pimpinan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.







