Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Prabowo Bertemu Bos FBI, Kemlu Buka Fakta di Balik Pemulangan Artefak Bersejarah RI

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) AS Kash Patel, di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menjelaskan agenda pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) AS Kash Patel, di Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl mengatakan pertemuan tersebut berkaitan dengan kerja sama repatriasi artefak budaya Indonesia yang sebelumnya masuk ke AS secara ilegal.

Mengenai repatriasi artefak budaya dari Amerika Serikat ini merupakan kerja lintas kementerian dan lembaga dan perwakilan Republik Indonesia di Washington DC,”

kata Nabyl dalam konferensi pers, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menyampaikan kerja sama repatriasi artefak bukan merupakan hal baru. Indonesia sudah menjalin mekanisme serupa dengan berbagai negara untuk mengembalikan benda-benda budaya yang diselundupkan ke luar negeri.

Iklan

Artinya kerja sama untuk repatriasi artefak budaya ini adalah suatu kerja sama yang dilakukan dengan banyak negara untuk kepentingan mengembalikan kekayaan budaya dan sejarah negara-negara yang diselundupkan di berbagai negara,”

ujarnya.

Sebelumnya, Direktur FBI Kash Patel langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan artefak yang dipulangkan berasal dari Papua, yakni warisan budaya milik masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani.

Menuru Fadli, benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Indonesia.

Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan warisan budaya kita,”

kata Fadli.

Rencananya, seluruh artefak yang telah direpatriasi akan dipamerkan di Museum Nasional agar dapat dipelajari dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.