Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat hingga saat ini terdapat tiga kasus suspek dan enam kasus suspek yang masih terus dipantau di Jakarta.
Total ada 27 laporan suspek dengan rincian tiga kasus positif, 21 kasus negatif, dan tiga masih dalam pemeriksaan,”
ujar Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi DK Jakarta, dr. Sri Puji Wahyuni, MKM saat dihubungi owrite, di Jakarta, Jumat 22 Mei 2026.
Puji menambahkan dari tanda dan gejalanya masih sesuai dengan hantavirus yang ada di wilayah Asia, yang berhubungan dengan komplikasi ginjal.
Jadi berbeda dengan yang di Amerika,”
tambahnya.
Puji mengatakan hingga saat ini pasien terus dilakukan pemantauan. Pihaknya juga melakukan penanganan sesuai pedoman tata laksana dan kewaspadaan penyakit Hantavirus Kementerian Kesehatan RI.
Saat ini, rumah sakit yang menjadi sentinel untuk memperketat pemantauan kasus adalah RSUD Tarakan dan RSPI Sulianti Saroso.
Pasien mendapatkan perawatan dan pemantauan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan,”
tambahnya.
Imbauan Masyarakat
Dinkes DKI mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan adanya kasus Hantavirus di Jakarta. Adapun beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain.
- Tetap melaksanakan protokol kesehatan? mencuci tangan dengan sabun dan terapkan etika batuk dan bersin.
- Menghindari kontak langsung dengan rodensia (tikus/curut) yang terinfeksi melalui gigitan, ekskresi dan sekresi (air liur, urin, feses) atau melalui inhalasi aerosol.
- Menjaga kebersihan area tempat tinggal dan tempat kerja
- Menyimpan makanan dan minuman dengan rapat dan aman.
- Menutup semua lubang baik di dalam maupun di luar rumah.
- Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit virus Hanta.


