Kista endometriosis jadi salah satu kondisi yang kerap dikhawatirkan perempuan terutama bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Meski dapat memengaruhi kesuburan, keberadaan kista ini bukan berarti peluang untuk hamil otomatis hilang.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Eka Hospital BSD, dr. Agus Heriyanto Sp.OG, Subsp FER, MARS MM, menjelaskan kista endometriosis merupakan kista yang terbentuk di ovarium dan berisi darah. Kondisi ini juga dikenal sebagai kista cokelat.
Kista endometriosis bisa jadi salah satu tanda bahwa endometriosis yang dialami sudah cukup berat,”
kata Agus dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Kista tersebut berkaitan dengan endometriosis, yakni kondisi ketika jaringan yang menyerupai endometrium tumbuh di luar rahim. Normalnya, jaringan endometrium menebal selama siklus menstruasi dan kemudian meluruh saat menstruasi apabila tidak terjadi kehamilan.
Namun, pada penderita endometriosis, jaringan itu dapat tumbuh di luar rongga rahim termasuk di ovarium. Ketika berada di ovarium, jaringan tersebut bisa mengalami perdarahan dan darah menumpuk sehingga membentuk kista.
Bisa Pengaruhi Kesuburan
Agus mengatakan endometriosis bisa memengaruhi kesuburan, terlebih jika kondisi tersebut telah berkembang hingga membentuk kista di ovarium.
Gangguan tersebut bisa berkaitan dengan sejumlah proses reproduksi, mulai dari kualitas sel telur, proses pembuahan, hingga perkembangan embrio.
Meski demikian, perempuan yang memiliki kista endometriosis tetap punya peluang untuk hamil. Kondisi tersebut tak serta-merta berarti seorang perempuan mengalami kemandulan.
Dia bilang seorang perempuan yang memiliki kista endometrium tetap dapat hamil.
Meskipun mungkin peluangnya akan lebih kecil atau jadi lebih sulit dibandingkan perempuan yang tidak memiliki kista endometrium,”
jelas Agus.
Ada beberapa mekanisme yang membuat endometriosis dapat mengganggu kesuburan. Salah satunya adalah perlengketan pada ovarium atau tuba falopi.
Kista endometriosis yang menempel pada organ reproduksi dapat memicu terbentuknya jaringan parut dan perlengketan. Kondisi ini berpotensi mengganggu jalur yang memungkinkan sperma dan sel telur bertemu sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit.
Kista pada ovarium juga dapat memengaruhi fungsi ovarium dalam melepaskan sel telur matang atau ovulasi.
Selain itu, endometriosis dapat memengaruhi lingkungan hormonal dan sistem imun yang berkaitan dengan proses reproduksi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pematangan sel telur maupun kemampuan embrio untuk menempel pada dinding rahim.
Kenali Gejalanya
Kista endometriosis berukuran kecil terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun, ketika ukurannya membesar, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, terutama di bagian bawah perut.
Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain nyeri saat berhubungan seksual, sakit ketika buang air kecil atau buang air besar, lebih sering ingin buang air kecil, nyeri punggung bagian bawah, mual dan muntah, serta perut terasa kembung.
Karena gejalanya dapat menyerupai sejumlah gangguan kesehatan lainnya, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan panggul dan pemeriksaan pencitraan. USG dapat digunakan untuk melihat kondisi ovarium sekaligus mendeteksi keberadaan kista. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan MRI untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas.
Tak Semua Harus Dioperasi
Keberadaan kista endometriosis tak selalu berarti pasien harus jalani operasi. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, antara lain usia, ukuran kista, tingkat nyeri, serta rencana kehamilan.
Jika kista masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan yang mengganggu, dokter dapat memilih pemantauan terlebih dahulu.
Obat-obatan juga dapat diberikan untuk membantu mengendalikan gejala dan mengatur kondisi hormonal sesuai indikasi medis.
Sementara itu, operasi dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya ketika ukuran kista membesar dan menimbulkan keluhan berat. Agus menyebut operasi umumnya direkomendasikan jika ukuran kista lebih dari 4 cm dan menyebabkan keluhan yang sangat mengganggu.
Namun, tindakan operasi pada ovarium juga perlu mempertimbangkan cadangan dan fungsi ovarium. Karena itu, keputusan untuk menjalani operasi sebaiknya dibuat setelah dokter melakukan penilaian secara menyeluruh, terutama bagi perempuan yang masih merencanakan kehamilan.
Perempuan yang mengalami nyeri panggul terus-menerus atau gejala yang mengarah pada endometriosis disarankan tidak menunda pemeriksaan.
Kista endometriosis juga bisa mengalami komplikasi, termasuk pecah. Pemeriksaan segera diperlukan apabila muncul nyeri hebat secara tiba-tiba di bagian bawah perut, tubuh terasa lemas atau pusing hingga seperti ingin pingsan, demam, maupun muntah.
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, endometriosis dapat dikelola. Pemeriksaan juga membantu dokter menentukan strategi penanganan yang paling sesuai, termasuk bagi perempuan yang tengah mempersiapkan kehamilan.
























