Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta meluncurkan Program Pemagangan Dalam Negeri untuk Lulusan SMA sederajat Tahun Anggaran 2026 Batch II di Bank Jakarta Learning Center, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin, 15 Juni 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan bagi lulusan SMA sederajat. Agar lebih mengenal dunia kerja sekaligus meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 16.885 orang untuk batch pertama dan kedua.
Dari jumlah tersebut, hanya 1.000 peserta yang lolos seleksi, terdiri atas 727 peserta pada batch pertama dan 273 peserta pada batch kedua.
Program pemagangan ini melibatkan 67 perusahaan pada batch pertama dan 40 perusahaan pada batch kedua yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Para peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan, dengan batch pertama berlangsung pada 4 Mei – 31 Oktober 2026 dan batch kedua pada 2 Juni – 30 November 2026.
Membekali Generasi Muda
Kepala Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, program ini dirancang untuk membekali generasi muda agar memiliki pengalaman dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Ia menegaskan, program tersebut juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi global.
Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Jakarta, khususnya lulusan SMA sederajat, untuk mengenal dunia kerja dan mempersiapkan diri agar dapat bekerja sesuai tuntutan dunia usaha dan pasar kerja saat ini,”
ujar Syaripudin seperti dikutip dari Berita Jakarta.
Ia juga berpesan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menjaga integritas, serta aktif belajar selama mengikuti pemagangan.
Kalian adalah individu terpilih yang berhasil lolos dari ribuan pendaftar sehingga diharapkan dapat menjaga nama baik Pemprov DKI Jakarta di perusahaan tempat mereka magang,”
tambahnya.
Selain pengalaman kerja, peserta nantinya juga akan mendapatkan uang saku sebesar Rp2,5 juta per bulan yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.
Syaripudin berharap pengalaman selama enam bulan ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja secara profesional setelah program berakhir.
Meningkatkan Kompetensi
Sementara itu, Komisaris Independen Bank Jakarta, Kiryanto menyatakan dukungan terhadap program ini. Menurutnya, pemagangan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kompetensi dan kemandirian generasi muda.
Ia menyebut keterlibatan Bank Jakarta merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus dukungan terhadap program pemerintah daerah.
Program ini sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda Jakarta agar lebih siap memasuki dunia kerja di masa mendatang,”
ujarnya.


