Meningkatnya harga tanah dan properti di Jakarta membuat impian memiliki rumah semakin sulit diwujudkan oleh banyak warga. Kondisi ini terutama dirasakan generasi muda dan masyarakat berpenghasilan menengah yang menghadapi tingginya biaya untuk membeli rumah tapak di ibu kota.
Menjawab tantangan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah besar melalui pembangunan hunian vertikal. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pemerintah sudah menyetujui pembangunan 11 rumah susun (rusun) baru yang akan mulai dikerjakan pada tahun depan.
Keputusan itu diambil setelah pembahasan anggaran pembangunan daerah untuk tahun mendatang.
Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran, saya sudah menyetujui untuk tahun depan kita bangun 11 rusun baru yang besar,”
kata Pramono di Jakarta dikutip dari Berita Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Pembangunan rusun dinilai jadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan keterbatasan lahan dan tingginya harga properti di Jakarta. Di tengah semakin sempitnya ruang untuk pengembangan kawasan permukiman, konsep hunian vertikal dianggap lebih realistis untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga.
Pramono menilai kepemilikan rumah tapak di Jakarta kini tak mudah diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Maka itu, pembangunan hunian vertikal menjadi pilihan yang harus diperkuat ke depan.
Karena enggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu,”
ujarnya.
Kehadiran 11 rusun baru tersebut diharapkan bisa perluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan lebih terjangkau. Program ini juga dipandang penting bagi kalangan pekerja muda dan Gen Z yang baru memulai karier serta menghadapi tantangan besar untuk memiliki tempat tinggal di Jakarta.
Tak hanya fokus pada sektor perumahan, Pemprov DKI juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan pelatihan bagi pedagang kaki lima (PKL) agar mampu meningkatkan keterampilan usaha dan kesejahteraan mereka.
Langkah itu jadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kehidupan perkotaan yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Di sisi lain, Pramono menyampaikan Jakarta bakal tetap jadi kota yang terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerja maupun mencari peluang ekonomi. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum serta memiliki keterampilan yang memadai agar mampu bersaing di tengah dinamika ibu kota.
Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum. Itu yang paling utama,”
tutur Pramono.
























