Pemerintah Kota Bucheon, Korea Selatan (Korsel) mulai agresif membidik peluang bisnis dan kerja sama sektor kesehatan di Indonesia.
Langkah strategis ini ditandai dengan kunjungan resmi Wali Kota Bucheon, Cho Yong-eek, bersama delegasi bisnis dan institusi medis Korsel ke Jakarta sejak 25 Agustus 2026.
Kunjungan Cho Yong-eek ke Jakarta bertujuan untuk memperluas akses pasar serta memperkuat jaringan perusahaan dan lembaga kesehatan Bucheon di tanah air.
Salah satu agenda utamanya adalah berpartisipasi dalam Bucheon City Business and Medical Consultation yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam forum tersebut, sembilan perusahaan dan delapan institusi kesehatan asal Bucheon dipertemukan dengan 62 perusahaan pembeli atau buyer dari Indonesia.
192 Konsultasi Bisnis
Pertemuan ini menghasilkan 192 konsultasi bisnis yang terdiri dari 64 konsultasi sektor usaha dan 128 konsultasi bidang kesehatan.
Mengutip laporan media lokal Korsel, Newsis, total nilai potensi transaksi dari konsultasi tersebut mencapai 10 miliar won atau sekitar Rp130 miliar.
Dari angka tersebut, sebanyak 18 miliar won (Rp23,4 miliar) telah masuk ke dalam tahap pembahasan kontrak. (1 won = Rp13).
Selain sesi konsultasi, para delegasi juga mengikuti forum diskusi untuk membedah strategi penetrasi pasar Indonesia, termasuk memahami prosedur dan persyaratan sertifikasi halal bagi produk maupun layanan medis impor.
Cho Yong-eek menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi aktif dengan berbagai instansi di Indonesia demi menjamin kemudahan ekspansi para pelaku usaha dari kotanya.
Kami sedang membahas langkah-langkah kerja sama konkret dengan lembaga-lembaga lokal agar perusahaan dan institusi kesehatan Bucheon dapat memasuki pasar Indonesia secara stabil,”
ujar Cho sebagaimana dilaporkan Newsis pada 28 Agustus 2026.
Kemitraan Antarkota
Di sela agenda bisnis, Cho turut mengadakan pertemuan bilateral dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk mengeksplorasi potensi kemitraan antarkota.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya @pramonoanungw pada Jumat, 28 Agustus 2026, Pramono menyebut Bucheon memiliki keunggulan pada pengembangan smart city, industri budaya, hingga pelayanan kesehatan.
Kami ingin membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan Jakarta untuk belajar dari pengalaman Bucheon,”
tulis Pramono.
Ia menambahkan, kedua pihak juga membahas kedekatan generasi muda Jakarta dengan tren budaya Korea, serta sinergi sektor kebudayaan melalui kolaborasi Bucheon International Fantastic Film Festival dan Jakarta Film Week.
Semoga ke depan semakilanjutnya.n banyak hal baik yang bisa Jakarta dan Bucheon kembangkan bersama,”
lanjutnya.
Rangkaian kunjungan delegasi Bucheon ditutup dengan agenda peninjauan lapangan. Mereka dijadwalkan mengunjungi Mandaya Royal Hospital untuk melihat langsung ekosistem layanan medis nasional, dilanjutkan dengan kunjungan ke Kota Jababeka Cikarang serta President University guna menjajaki potensi integrasi sektor industri dan pendidikan.
























