Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 2 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Layakkah?
Nasional

Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Layakkah?

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 10, 2025 12:17 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
8 bulan lalu
Share
H.M. Soeharto
Foto: Instagram jejakSoeharto
SHARE

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, resmi mengumumkan sejumlah nama tokoh bangsa yang akan menerima gelar pahlawan nasional. Dari beberapa nama tersebut, sosok yang paling mencuri perhatian adalah mantan Presiden Soeharto.

Daftar isi Konten
  • Penolakan dan kritik
  • Latar Belakang Kontroversial

Namun, keputusan pemerintah ini tidak berjalan tanpa kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan, apakah Soeharto layak menyandang gelar pahlawan nasional, mengingat sejarah panjang kekuasaannya yang penuh polemik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pemberian gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa Soeharto dalam membangun negara.

Menurutnya, keputusan ini sudah melalui kajian mendalam dan bukan langkah yang diambil secara sembarangan.

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghormatan atas kontribusinya terhadap pembangunan dan stabilitas nasional,”

Prasetyo, Senin (10/11/2025).

Padahal, ini bukan kali pertama Soeharto diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan serupa pernah muncul pada 2010, dua tahun setelah beliau wafat, dan kembali diajukan pada 2016 oleh tokoh-tokoh Partai Golkar yang menilai Soeharto memiliki peran besar dalam kemajuan Indonesia.

Penolakan dan kritik

Di sisi lain, penolakan keras datang dari sejumlah pihak, mulai dari aktivis, akademisi, hingga keluarga tokoh nasional. Salah satunya dari Anita Wahid, putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Apakah saya menolak atau menerima Pak Harto diberi gelar pahlawan nasional? Jelas, saya menolak,”

Anita Wahid.

Soeharto, lanjutnya, meninggalkan banyak luka sejarah. Mulai dari pelanggaran HAM, represi politik, hingga praktik korupsi yang mengakar di masa Orde Baru.

Menurut Anita, bangsa Indonesia tidak boleh melupakan tanggung jawab moral terhadap masa lalu.

Kita sudah terbiasa dengan hanya melihat di bagian memaafkannya saja. Kemudian berpikir bahwa apabila sudah memaafkan, maka sudah tidak perlu lagi ada akuntabilitas. beliau meninggalkan legasi berupa otoritarian, bentuk otoritarian, dan kehancuran dari institusi-institusi demokratis dan sangat terstruktur,”

Anita.

Penolakan juga datang dari Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas) yang menilai bahwa Soeharto tidak layak mendapat gelar pahlawan nasional karena rekam jejaknya justru menunjukkan hal sebaliknya.

Perwakilan Gemas, Axel Primayoga, menegaskan bahwa Soeharto bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM berat, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mengakar selama 32 tahun pemerintahannya.

Kritik senada juga disampaikan oleh Romo Franz Magnis-Suseno, akademisi sekaligus tokoh Katolik terkemuka.

Ia menilai, Soeharto tidak dapat disebut pahlawan karena justru memperkaya diri sendiri dan keluarganya melalui kekuasaan.

Soeharto melakukan korupsi besar-besaran. Ia memperkaya orang-orang terdekatnya, itu bukan ciri seorang pahlawan nasional,”

Romo Magnis.

Latar Belakang Kontroversial

Penolakan terhadap usulan ini juga diperkuat oleh TAP MPR No. XI Tahun 1998, yang secara tegas menyebut Soeharto dan kroninya sebagai pemerintahan yang sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selama lebih dari tiga dekade berkuasa, Soeharto juga dinilai mengekang kebebasan politik, melakukan represi terhadap oposisi, dan meninggalkan catatan panjang pelanggaran hak asasi manusia.

Polemik mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto kini menjadi perdebatan publik yang hangat.

Di satu sisi, ia diingat sebagai “Bapak Pembangunan” yang membawa stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Namun di sisi lain, banyak yang menilai warisannya justru berupa otoritarianisme dan kemunduran demokrasi di Indonesia.

Tag:Menerima GelarPahlawan NasionalSoeharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Jangan Anggap Sepele Darah Tinggi, Begini Cara Mengatasi Hipertensi agar Terhindar dari Komplikasi
By Ani Ratnasari
Ilustrasi saat pemeriksaan hipertensi
1
Rekomendasi Lima Smartwatch Terbaik 2026, dari Harga Terjangkau hingga Premium
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi pengguna Smartwatch
2
Feri Amsari Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem: Perkara Ini dari Awal Unik dan Agak Aneh
By Hardani Triyoga
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) menemui pengemudi gojek seusai mengikuti sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
3
PSI Klaim Jokowi Effect Terbukti, Tokoh Politik Ramai-ramai Merapat Jelang Pemilu 2029
By Rahmat Tunny
Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) menyapa relawan saat menghadiri Rakorda DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (27/62026).
4
Tambang Bodong Tanpa AMDAL, DPR Sindir Pemerintah Bungkam Saat Warga Adat Ditindas
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty.
5

BERITA LAINNYA

Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).
Nasional

Kasus Penyekapan Bandung Bongkar Bahaya Coercive Control, Psikolog: Korban Sulit Pergi Bukan karena Tak Mau

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi dokter
Nasional

Tragedi Dokter Kematian Icha: Dugaan Intimidasi, Krisis Mental Dokter, dan Tanggung Jawab Negara

Kematian dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), dr Eliza Princila atau…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
13 jam lalu
Seorang terapis yang memerankan sebagai guru (kanan) memberikan arahan terapi kepada pasien yang berperan sebagai murid sekolah menengah atas (SMA) saat menjalani terapi kesehatan di Gippum Medical, Cirendue, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (25/11/2025). Penggunaan seragam sekolah oleh seluruh pasien dan seragam guru oleh terapis diadakan dalam rangka memperingati Hari Guru ke- 80 tahun 2025.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Anggaran untuk Kesejahteraan Guru: Duit Negara Ada, Masalahnya Soal Niat Pemerintah

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian menegaskan, peningkatan kesejahteraan guru…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
13 jam lalu
Ilustrasi aktivitas kuliah.
Nasional

Isu 60 Ribu Mahasiswa Tak Daftar Ulang Dipatahkan DPR, Ternyata Penyebabnya Beragam

Komisi X DPR RI meluruskan kabar yang menyebut sekitar 60 ribu calon…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up