Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Layakkah?
Nasional

Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Layakkah?

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 10, 2025 12:17 pm
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
H.M. Soeharto
Foto: Instagram jejakSoeharto
SHARE

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, resmi mengumumkan sejumlah nama tokoh bangsa yang akan menerima gelar pahlawan nasional. Dari beberapa nama tersebut, sosok yang paling mencuri perhatian adalah mantan Presiden Soeharto.

Daftar isi Konten
  • Penolakan dan kritik
  • Latar Belakang Kontroversial

Namun, keputusan pemerintah ini tidak berjalan tanpa kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan, apakah Soeharto layak menyandang gelar pahlawan nasional, mengingat sejarah panjang kekuasaannya yang penuh polemik.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pemberian gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa Soeharto dalam membangun negara.

Menurutnya, keputusan ini sudah melalui kajian mendalam dan bukan langkah yang diambil secara sembarangan.

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto merupakan bentuk penghormatan atas kontribusinya terhadap pembangunan dan stabilitas nasional,”

Prasetyo, Senin (10/11/2025).

Padahal, ini bukan kali pertama Soeharto diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan serupa pernah muncul pada 2010, dua tahun setelah beliau wafat, dan kembali diajukan pada 2016 oleh tokoh-tokoh Partai Golkar yang menilai Soeharto memiliki peran besar dalam kemajuan Indonesia.

Penolakan dan kritik

Di sisi lain, penolakan keras datang dari sejumlah pihak, mulai dari aktivis, akademisi, hingga keluarga tokoh nasional. Salah satunya dari Anita Wahid, putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Apakah saya menolak atau menerima Pak Harto diberi gelar pahlawan nasional? Jelas, saya menolak,”

Anita Wahid.

Soeharto, lanjutnya, meninggalkan banyak luka sejarah. Mulai dari pelanggaran HAM, represi politik, hingga praktik korupsi yang mengakar di masa Orde Baru.

Menurut Anita, bangsa Indonesia tidak boleh melupakan tanggung jawab moral terhadap masa lalu.

Kita sudah terbiasa dengan hanya melihat di bagian memaafkannya saja. Kemudian berpikir bahwa apabila sudah memaafkan, maka sudah tidak perlu lagi ada akuntabilitas. beliau meninggalkan legasi berupa otoritarian, bentuk otoritarian, dan kehancuran dari institusi-institusi demokratis dan sangat terstruktur,”

Anita.

Penolakan juga datang dari Gerakan Masyarakat Adili Soeharto (Gemas) yang menilai bahwa Soeharto tidak layak mendapat gelar pahlawan nasional karena rekam jejaknya justru menunjukkan hal sebaliknya.

Perwakilan Gemas, Axel Primayoga, menegaskan bahwa Soeharto bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM berat, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang mengakar selama 32 tahun pemerintahannya.

Kritik senada juga disampaikan oleh Romo Franz Magnis-Suseno, akademisi sekaligus tokoh Katolik terkemuka.

Ia menilai, Soeharto tidak dapat disebut pahlawan karena justru memperkaya diri sendiri dan keluarganya melalui kekuasaan.

Soeharto melakukan korupsi besar-besaran. Ia memperkaya orang-orang terdekatnya, itu bukan ciri seorang pahlawan nasional,”

Romo Magnis.

Latar Belakang Kontroversial

Penolakan terhadap usulan ini juga diperkuat oleh TAP MPR No. XI Tahun 1998, yang secara tegas menyebut Soeharto dan kroninya sebagai pemerintahan yang sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selama lebih dari tiga dekade berkuasa, Soeharto juga dinilai mengekang kebebasan politik, melakukan represi terhadap oposisi, dan meninggalkan catatan panjang pelanggaran hak asasi manusia.

Polemik mengenai pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto kini menjadi perdebatan publik yang hangat.

Di satu sisi, ia diingat sebagai “Bapak Pembangunan” yang membawa stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Namun di sisi lain, banyak yang menilai warisannya justru berupa otoritarianisme dan kemunduran demokrasi di Indonesia.

Tag:Menerima GelarPahlawan NasionalSoeharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Apa Itu Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI? Begini Cara Pakainya!
By Ani Ratnasari
Gambar ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI)
5

BERITA LAINNYA

Petugas menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Nasional

Lagi-lagi Tak Penuhi Standar, Kepala BGN Langsung Tutup Ribuan Dapur MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
4 jam lalu
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Nasional

Menag Klaim Kerukunan Agama Capai 77,85 Persen, Amnesty Justru Ungkap Fakta Berbeda

Amnesty International Indonesia mengkritik klaim Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyebut kerukunan…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
5 jam lalu
Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia sepakat untuk menurunkan potongan atau komisi aplikator menjadi sebesar delapan persen untuk pengemudi ojek online yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026, sebelumnya angka potongan atau komisi yang diterapkan oleh aplikator itu sekitar 20 persen yang artinya para pengemudi hanya mendapatkan 80 persen dari jasa layanan transportasi itu. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijay
Nasional

Perpres Ojol Tinggal Selangkah Lagi, Tarif Makanan dan Barang Ikut Bakal Diatur

Aturan ojek online (ojol) segera masuk tahap akhir. DPR RI bersama pemerintah…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan gedung UOB saat ingin unjuk rasa menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Nasional

BEM UI Gagal Long March ke Bundaran HI, Massa Tertahan di Depan Gedung UOB

Massa mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI tertahan aparat di depan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up